LIVE UPDATE
Konflik Memanas! AS Serang Iran Lebih dari 3 Jam, Teheran Balas Bidik Pangkalan Militer Amerika
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat melancarkan beberapa gelombang serangan ke wilayah Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache di sekitar Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump sebelumnya menuding Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Namun, laporan Associated Press menyebut helikopter itu kemungkinan bertabrakan dengan drone Iran.
Serangan udara AS dilaporkan menyasar sejumlah titik di pesisir selatan Iran yang menghadap Selat Hormuz (9/6/2026).
Operasi militer berlangsung lebih dari tiga jam sebelum Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan misi telah selesai.
CENTCOM menegaskan Amerika tetap siap mempertahankan diri dari apa yang disebut sebagai agresi Iran.
Tak lama setelah serangan berakhir, Iran melancarkan aksi balasan.
Baca: Rangkuman AS-Iran: Teheran Gertak Washington soal Apache, Trump Anggap Bukan Masalah Besar
Media pemerintah Iran pada Rabu (10/6/2026) melaporkan sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah menjadi sasaran serangan drone.
Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain juga disebut menjadi target operasi tersebut.
Iran kemudian mengklaim menembakkan rudal ke pangkalan udara di Yordania yang digunakan pasukan Amerika Serikat.
Serangan itu disebut dilakukan setelah Iran sebelumnya menargetkan wilayah Kuwait dan Bahrain.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan rudal jarak jauh diarahkan ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.
Menurut pernyataan Iran, sasaran serangan mencakup hanggar jet tempur F-35 serta pusat komando dan kendali militer AS.
Teheran juga memperingatkan siap memberikan respons yang lebih besar apabila Washington kembali menyerang.
Baca: AS Bombardir Menara Komunikasi Iran, Teheran Kirim Drone Hantam Pangkalan Armada ke-5 di Bahrain
Serangan ini menjadi serangan pertama Iran ke wilayah Yordania sejak gencatan senjata yang berlaku pada April lalu.
Di saat bersamaan, Kuwait dan Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara.
Kedua negara menyatakan sistem pertahanan udara mereka aktif mencegat ancaman yang datang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak ada serangan terhadap negaranya yang akan dibiarkan tanpa balasan.
Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan Iran siap mempertahankan kepentingannya di kawasan.
Araghchi juga menuding Amerika Serikat sengaja menguji tekad Teheran meski situasi kawasan masih sangat tegang.
Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang sempat mereda dapat kembali meluas di Timur Tengah. (*)
Artikel ini telah tayang di Aljazeera dengan judul, Iran attacks Bahrain, Kuwait, Jordan in retaliation for US strikes
Program: Live Update
Host: Isti Ira Kartika Sari
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Rifqi Khusain
#PerangASIran #TimurTengahMembara #AmerikaSerangIran #TeheranMembalas #PangkalanMiliterAS #EskalasiMiliter #KrisisGeopolitik #SelatHormuz #DuniaHariIni #KonflikGlobal #Juni2026 #BreakingNews
Reporter: Isti Ira Kartika Sari
Videografer: Rifqi Khusain
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Sebut Negosiasi AS-Iran Masuk Tahap Akhir, Klaim Kesepakatan Rampung dalam 2-3 Hari Lagi
5 jam lalu
Internasional
Trump Dipermalukan di Final NBA, Ribuan Penonton Kompak Soraki dan Cemooh Presiden AS
8 jam lalu
Mancanegara
AS Balas Iran, CENTCOM Klaim Misi Serangan Balasan Telah Selesai seusai Insiden Apache
9 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.