Sabtu, 6 Juni 2026

Iran Klaim 80 Persen Kekuatan Militernya Pulih setelah Digempur AS dan Israel

Jumat, 5 Juni 2026 14:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi kekhawatiran baru setelah intelijen menemukan Iran diam-diam membangun kembali kemampuan militernya selama masa gencatan senjata.

Dilaporkan, Iran telah memulai kembali sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.

Dikutip dari CNN, Laporan intelijen AS mengungkap, Iran berhasil memulihkan sebagian besar kekuatan militernya hanya dalam waktu singkat setelah serangan gabungan AS dan Israel.

Dalam keterangan resminya empat pejabat AS yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan Iran telah membangun kembali 80 persen kapasitas militernya selama masa gencatan senjata enam minggu yang berlangsung bersama AS.

Selama periode itu, Iran juga kembali memproduksi drone tempur, memperbaiki lokasi peluncuran rudal, hingga menghidupkan kembali fasilitas produksi persenjataan yang sebelumnya menjadi target serangan.

Seorang pejabat AS bahkan menyebut Iran berhasil melampaui seluruh target waktu yang sebelumnya diperkirakan komunitas intelijen internasional.

Pernyataan intelijen AS tersebut diperkuat oleh pengakuan pejabat tinggi Iran sendiri.

Ketua parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, mengatakan pemerintah Iran memang memanfaatkan masa jeda konflik untuk membangun kembali kekuatan pertahanan nasional.

Menurutnya, Iran tetap berfokus memperkuat kemampuan militer di tengah tekanan internasional dan ancaman dari AS maupun Israel.

Bahkan beberapa perkiraan intelijen AS menyebut kemampuan rudal Iran masih bertahan dengan baik meski sempat menjadi target operasi militer AS-Israel.

Sumber NATO di Eropa mengatakan setidaknya 60 persen persenjataan rudal Iran diyakini masih aktif dan dapat digunakan.

Hal itu terlihat dari kemampuan Iran yang dinilai masih mampu melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.

Menariknya Iran turut disebut berhasil memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 lokasi rudalnya di sepanjang Selat Hormuz.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved