Rupiah Tembus di Atas Rp18.000 per Dolar AS, Pelaku Industri Makin Pusing
TRIBUN-VIDEO.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin anjlok setiap harinya dan kini sudah tembus Rp18.000 per dolar AS.
Pada Kamis (4/6/2026) pagi tadi, Rupiah sudah di atas Rp18.023 per dolar AS, atau melemah 57 poin dari posisi penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026).
Kurs rupiah pada pekan pertama Juni 2026 diprediksi mengalami pelemahan seiring masih kuatnya sentimen negatif dari ketegangan kawasan Timur Tengah.
Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Andalas, Syafruddin Karimi memaparkan, terdapat lima faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pada paruh kedua tahun ini.
Pertama, arah suku bunga global dan kekuatan dolar AS masih menjadi faktor dominan dalam menentukan arus modal ke negara berkembang.
Jika imbal hasil aset berbasis dolar tetap tinggi, investor akan meminta premi risiko yang lebih besar untuk menahan aset berdenominasi rupiah.
Kedua, kredibilitas kebijakan Bank Indonesia menjadi kunci penting.
Kenaikan suku bunga acuan ke level 5,25 persen menunjukkan komitmen BI dalam menjaga stabilitas, namun pasar masih menunggu konsistensi komunikasi dan efektivitas intervensi yang dilakukan.
Ketiga, kinerja sektor eksternal perlu diperkuat mengingat pertumbuhan impor saat ini lebih cepat dibandingkan ekspor.
Di sisi lain, surplus neraca perdagangan juga mulai menyempit dibandingkan tahun sebelumnya.
Keempat, persepsi risiko terhadap Indonesia turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar.
Syafruddin mencatat credit default swap (CDS) tenor lima tahun yang berada di kisaran 90 basis poin serta yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun sekitar 6,7% menunjukkan pasar masih meminta kompensasi risiko yang relatif tinggi.
Kelima, kualitas kebijakan fiskal akan menjadi faktor penentu dalam menjaga kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Syafruddin memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang yang lebih lemah, yakni Rp 17.900 hingga Rp 18.400 per dolar AS pada semester II-2026.
Titik tengah proyeksinya berada di kisaran Rp 18.150 hingga Rp 18.250 per dolar AS.
Industri nasional mengalami tekanan berat imbas pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah tembus Rp18.000 per dolar AS.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyampaikan, pelemahan nilai tukar rupiah tentu menjadi perhatian dunia usaha.
Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah sejatinya sudah terjadi sejak awal tahun 2026, berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS pada awal Januari, kemudian mendekati level psikologis Rp17.000 pada akhir kuartal I 2026, dan kini Rp18.000 per dolar AS.
Bagi dunia usaha, kata Shinta, tantangan utamanya bukan hanya pada level nilai tukarnya, tetapi pada dampak yang ditimbulkan terhadap biaya produksi, biaya pembiayaan, dan kepastian berusaha.
Ia menjelaskan, dengan ketergantungan impor bahan baku yang masih berada di kisaran 70 persen, pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold (Harga Pokok Penjualan/HPP), mempersempit margin usaha, dan mengurangi ruang perusahaan untuk melakukan ekspansi.
Tekanan besar diantaranya dirasakan oleh industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, otomotif, serta berbagai sektor yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.
Ia menyampaikan, kondisi ini semakin berat karena dunia usaha juga masih menghadapi biaya logistik, energi, serta biaya pembiayaan yang relatif tinggi.
Dari sisi aktivitas usaha, Shinta menyebut, dampaknya mulai terlihat melalui penurunan optimisme pelaku industri.
PMI manufaktur yang kembali masuk zona kontraksi sejak juli 2025 dan tren penurunan Indeks Kepercayaan Industri menunjukkan bahwa sektor riil sedang menghadapi fase yang lebih menantang.
Meski demikian, kata Shinta, dunia usaha masih berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Banyak perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional, hiring freeze (tunda perekrutan), pengendalian biaya non-esensial, penundaan ekspansi dan investasi baru, diversifikasi pasar, serta memperkuat penggunaan bahan baku lokal dan strategi hedging untuk mengelola risiko nilai tukar.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rupiah Terpuruk, Nilai Tukar Tembus Rp 18.000 per Dollar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
6 jam lalu
Berita Terkini
Nilai Tukar Rupiah Makin Anjlok, Pagi Ini Tembus Rp18.023 per Dolar AS Akibat Tekanan Global
7 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS BI Turun Tangan Beberkan Penyebab Utama
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.