LIVE UPDATE
Drone Diduga Milik Ukraina Hantam Bus dari Moskow ke Krimea, Rusia Langsung Buka Kasus Terorisme
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Rusia dan Ukraina kembali memakan korban jiwa di wilayah timur yang dikuasai Moskow.
Moskow menuduh pasukan Ukraina menyerang sebuah bus penumpang menggunakan drone, Rabu (3/6/2026).
Insiden itu terjadi di kawasan Yenakiievo, wilayah Donetsk.
Menurut otoritas setempat, sedikitnya delapan warga sipil tewas.
Sebelas orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Bus tersebut sedang berhenti untuk menaikkan penumpang ketika serangan terjadi.
Kendaraan itu diketahui melayani rute jarak jauh dari Moskow menuju Simferopol di Krimea.
Pemerintah Donetsk yang didukung Rusia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat kejam.
Mereka menilai warga sipil menjadi sasaran dalam serangan terbaru itu.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina terkait tuduhan tersebut.
Selama perang berlangsung, baik Rusia maupun Ukraina berulang kali membantah sengaja menyerang warga sipil.
Data awal menunjukkan terdapat 53 orang di dalam bus saat kejadian.
Tim penyelidik Rusia langsung diterjunkan ke lokasi.
Otoritas setempat juga membuka perkara pidana untuk mengusut insiden tersebut.
Moskow mengategorikan serangan itu sebagai aksi teror.
Penyidik kini berupaya mengidentifikasi pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Video yang dirilis otoritas Rusia memperlihatkan kondisi bus yang rusak berat.
Kendaraan berwarna putih itu tampak berhenti di tepi jalan.
Sebagian atapnya terlihat runtuh akibat ledakan.
Bagian dalam bus juga hangus terbakar.
Sementara seluruh kaca kendaraan dilaporkan pecah.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras serangan tersebut.
Juru bicara Maria Zakharova menuduh Ukraina terus menargetkan warga sipil.
Pejabat Rusia lainnya menyebut serangan itu bertujuan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
Moskow juga kembali menyoroti dukungan militer dan finansial yang diterima Ukraina dari negara-negara Barat.
Menurut Rusia, bantuan tersebut digunakan untuk mengganggu aktivitas sipil dan infrastruktur transportasi.
Di tengah tuduhan itu, pertempuran antara kedua negara terus berlanjut.
Sehari sebelumnya, Rusia melancarkan serangan besar ke sejumlah wilayah Ukraina.
Serangan dilakukan menggunakan kombinasi drone dan rudal.
Menurut laporan otoritas Ukraina, sedikitnya 23 orang tewas.
Sekitar 130 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Moskow menyatakan operasi tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap sebuah asrama di wilayah Luhansk.
Rusia mengklaim serangan itu menewaskan sejumlah warga sipil.
Namun pemerintah Ukraina membantah tuduhan tersebut.
Kyiv menegaskan tidak menargetkan lokasi yang disebut Rusia.
Rangkaian serangan terbaru menunjukkan konflik masih jauh dari kata usai.
Di tengah minimnya kemajuan diplomasi, kedua pihak terus saling melancarkan serangan.
Akibatnya, korban sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak dalam perang yang masih berlangsung hingga saat ini.
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Rifqi Khusain
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Kewalahan Tumbangkan Iran, 'Bekingan' China dan Rusia Jadi Tameng Penopan Kekuatan Teheran
7 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Porak Poranda! Bandara Kuwait Rusak Parah Diserang Drone Iran, 1 Orang Tewas & 63 Terluka
8 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.