Kamis, 4 Juni 2026

Terkini Nasional

Dukung Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Mahfud MD: Sebut Responsif Suara Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 12:36 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, memberikan respons positif dan menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Mahfud MD menilai langkah tegas dari Presiden Prabowo tersebut sebagai keputusan yang sangat bagus sekaligus menandakan bahwa Kepala Negara mulai responsif terhadap berbagai tuntutan serta aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat luas.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan secara langsung oleh Mahfud MD saat ditemui oleh awak media di Gedung Kompas, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa gelombang protes dari publik yang mendesak pemberhentian Dadan Hindayana dari pucuk pimpinan BGN sebenarnya sudah lama bergaung.

Baca: Kecurigaan Purbaya Ternyata Benar, Pengadaan Motor Listrik Cuma Akal-akalan BGN untuk Ladang Korupsi

Menurut pandangan Mahfud, rentetan protes keras dari masyarakat itu muncul karena publik dapat menilai secara objektif bahwa Dadan Hindayana tidak memahami sistem birokrasi pemerintahan, teknokrasi, hingga hukum pengelolaan anggaran negara.

"Saya kira tidak sampai dua bulan BGN itu terbentuk, itu Dadan Hindayana sudah kelihatan hanya ngerti ilmunya, ilmu 'bidang serangga'. Tetapi tidak ngerti birokrasi pemerintahan, tidak ngerti hukum anggaran dan sebagainya. Sehingga kita semua protes," ungkap Mahfud MD dengan lugas.

Selain menyoroti kompetensi kepemimpinan, Mahfud MD juga menaruh perhatian serius pada kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan internal BGN yang saat ini tengah didalami oleh Kejaksaan Agung.

Pakar hukum tata negara tersebut memaparkan bahwa sejak tiga bulan yang lalu, dirinya sudah vokal menyuarakan agar Dadan Hindayana segera diperiksa oleh aparat penegak hukum.

Desakan pemeriksaan itu didasari oleh kecurigaan Mahfud lantaran tidak adanya transparansi maupun laporan pertanggungjawaban resmi yang dikeluarkan oleh Dadan kepada publik, di saat masyarakat tengah ramai mempertanyakan pos anggaran jumbo milik BGN.

"Anggaran sekian dipermasalahkan oleh masyarakat, kok tidak ada laporan pertanggungjawabannya kepada masyarakat. Tidak dibantah bahwa itu salah atau benar gitu. Nah sekarang meledak," pungkas Mahfud.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua orang wakilnya setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi mendalam terhadap kinerja kabinet selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Keputusan perombakan struktural tersebut diumumkan secara resmi ke publik oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved