Terkini Nasional
Buntut Kritik Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Guntur Romli Sentil Data Investasi Seskab Teddy
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM – Politisi PDI Perjuangan, Guntur Romli, melayangkan kritik tajam kepada Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, terkait rilis data capaian investasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Guntur Romli menilai keterangan yang dipaparkan oleh Seskab Teddy mengenai total investasi selama 1,5 tahun terakhir sengaja memutarbalikkan fakta dan menyesatkan publik.
Tanggapan keras ini muncul sebagai buntut dari pernyataan tertulis Teddy pada Senin (1/6/2026), yang sengaja dikeluarkan untuk merespons kritik dari diplomat senior Dino Patti Djalal mengenai efektivitas perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo.
Dalam pembelaannya, Seskab Teddy mengklaim bahwa diplomasi luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo telah berhasil mendatangkan total investasi fantastis ke tanah air yang mencapai angka Rp2.430 triliun.
Guntur Romli pada dasarnya tidak menyangkal mengenai keabsahan jumlah total investasi jumbo yang berhasil diraih selama 1,5 tahun masa pemerintahan berjalan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa narasi dari Teddy yang menyebutkan seluruh angka tersebut merupakan buah manis murni dari hasil diplomasi luar negeri adalah sebuah pembodohan.
Berdasarkan rincian data riil yang ada, Guntur menerangkan bahwa porsi terbesar dari total investasi tersebut, yakni sebanyak 52,6 persen, justru disumbang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Baca: Lolos dari 2 Dakwaan, 4 Oknum TNI Penyerang Air Keras Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Sementara itu, sisa perolehan dari sektor Penanaman Modal Asing (PMA) atau investasi dari pihak luar negeri tercatat hanya menyentuh angka 47,4 persen saja.
Atas dasar hitungan tersebut, Guntur secara tegas membantah klaim sepihak yang menyatakan bahwa geliat investasi di Indonesia terjadi karena masifnya kunjungan kerja presiden ke luar negeri.
Lebih lanjut, ia membeberkan fakta bahwa realisasi pertumbuhan PMA sepanjang tahun 2025 justru mengalami penurunan drastis karena hanya mampu tumbuh tipis di angka 0,1 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan catatan pertumbuhan sektor PMA pada periode tahun 2024 sebelumnya yang sanggup meroket hingga menyentuh angka 24 persen.
Berangkat dari evaluasi data tersebut, Guntur Romli menyimpulkan bahwa Presiden Prabowo dinilai gagal menarik minat investor asing, jika dibandingkan dengan tingginya intensitas perjalanan ke luar negeri yang sudah dilakukan.
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Jabatan Kepala BGN Disebut Jadi Hadiah Politik Prabowo, Guntur Romli: Hati-hati Masuk Jurang 2 Kali
6 jam lalu
Terkini Nasional
Respons Dadan Hindayana seusai Dicopot dari Kepala BGN: Prabowo Paham yang Terbaik
6 jam lalu
Terkini Nasional
Ruang Kerja Teddy Indra Wijaya Jadi Sorotan, Deretan Foto Bersama Presiden Prabowo Curi Perhatian
7 jam lalu
Terkini Nasional
Buntut Sentilan ke Dino Patti Djalal, Connie Bakrie Beri Peringatan Menohok untuk Seskab Teddy
7 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.