Berita Terkini
Bak Bumi dan Langit, Ternyata Ini Beda Profesi Anggi Divisi Keuangan dan Febry si Pengangguran
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Terungkap sudah ternyata Muhammad Febry alias Febry Ambon (26) beda profesi dengan wanita yang dia bunuh, Anggi Auliya Arsyad.
Anggi memiliki karir cemerlang, sedangkan Febry kebalikannya.
Kakak korban bercerita, Anggi memang mengenal Febry sebagai teman sekolah. Keduanya sama-sama sekolah di SMK kawasan Bogor.
“Adik aku kenal, dia teman SMK,” katanya.
Hari itu, Anggi pamit ke keluarga untuk pergi minum kopi sepulang kerja.
“Reunian, ngumpul, ngopi, ya namanya teman kan,” katanya.
Menurutnya sang adik bekerja di Bintang Timur Office, di bagian keuangan.
“Dia sebagai divisi keuangan di kantor itu. Alhamdulillah semua anak-anak bawahannya terkenal dia baik,” katanya.
Hal tersebut bertolak belakang dengan Febry. Hasil penyelidikan polisi, Febry merupakan pengangguran.
Dilihat dari media sosialnya, Febry merupakan fans klub sepak bola di Jakarta. Dulu sekali, dia juga aktif di perguruan bela diri.
Pada profil media sosial, Febry menuliskan berprofesi sebagai konten kreator. Namun berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Bagus Azi Lesmana, Febry seorang pengangguran.
Sementara paman yang sudah merawat Anggi sejak kecil, Samsudin menegaskan bahwa Febry bukan pacar atau mantan.
“Pelaku ini bukan pacarnya. Ini dia adalah teman sekolah, baru ketemu, baru berapa minggu lah. Bukan pacarnya,” katanya.
Ia menceritakan Anggi Auliya Arsyad sudah hidup sangat mandiri. Dia, kata Samsudin, kerap kali memajang rezeki hasil jerih payahnya di media sosial.
“Almarhum ini mandiri dengan kehidupannya, setiap ada rezekinya sering memperlihatkan rezekinya di status maupun di IG-nya, mungkin,” katanya.
Samsudin curiga hal itulah yang menjadi motif utama Febry menghabisi nyawa Anggi.
“Mungkin ada temannya, wah ini bisa digarap, atau pikiran-pikiran jelek, wah ini bisa dimanfaatkan. Mungkin kayak gitu,” katanya.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan Febry dan Anggi bertemu di Air Mancur Kota Bogor pada 2 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Anggi Auliya Arsyad menanyakan soal orang tua Febry.
“'Di mana orang tua mu?',” katanya.
Febry mengaku kini sudah menjadi yatim piatu.
“Tersangka menyampaikan 'saya sudah tidak punya orang tua',” katanya.
Percakapan soal orang tua tak selesai sampai di situ, menurut Rio berdasarkan pengakuan Febry, Anggi masih tetap melayangkan sejumlah pertanyaan.
“Ada kalimat yang buat tersangka sakit hati,” katanya.
Atas rasa itulah Febry kemudian mengajak Anggi bertemu lagi pada 22 Mei 2026.
“Korban tidak tahu tersangka sudah menyiapkan peralatan,” katanya.
Malahan Febry juga mengancam Anggi menggunakan golok.
“Kemudian tersangka memperlihatkan golok mengancam melakukan pembunuhan,” katanya.
Selain itu Febry juga mencoba memeras korban dengan meminta sejumlah uang bila ingin selamat.
“Si tersangka menyampaikan kalau mau damai atau aman minta uang. Si korban tidak mau,” katanya.
Febry menjerat leher Anggi menggunakan dasi sampai pingsan. Kemudian tubuhnya dilempar dari ketinggian 20 meter di atas jalan Tol BORR ke Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor.
Setelah itu dia membawa kabur mobil berisi barang bukti berupa golok, dasi, juga barang pribadi milik Anggi, termasuk uang Rp4 juta.
(Tribun-Video.com/TribunnewsBogor.com)
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews Bogor
Tribunnews Update
Tangis Kakak Pecah, Anggi Dibunuh Teman dan Dilempar dari Tol Bogor, Desak Hukum Mati Pelaku
1 hari lalu
Berita Terkini
Usai Rampas Rp4 Juta dan Lempar Anggi dari Tol Bogor, Febry Sempat Berniat Liburan ke Pantai Garut
1 hari lalu
Berita Terkini
Terungkap Kalimat yang Picu Febry Marah Lalu Bunuh Anggi di Yasmin Bogor, Dua Minggu Susun Rencana
1 hari lalu
Berita Terkini
Keluarga Ragukan Motif Sakit Hati, Sebut Febry Ambon Incar Mobil dan Harta Anggi sejak Awal
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.