Rabu, 27 Mei 2026

Terkini Nasional

ASN di Lampung Tewas Ditembak, gegara Cekcok soal Utang Piutang

Selasa, 26 Mei 2026 10:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Dedi Kristian Agung (40), Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Lampung Tengah tewas ditembak.

Pelaku diduga pria berinisial D. Keduanya terlibat cekcok sebelum akhirnya pelaku D meletuskan senjata api miliknya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Khair Brass, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 19.50 WIB.

Polisi telah mengantongi identitas pelaku penembakan terhadap seorang pedagang ayam geprek, Dedi Kristian Agung (40) di Kota Metro yang diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan korban yang sehari-hari berdagang ayam geprek tersebut meninggal dunia setelah ditembak seusai terlibat cekcok terkait persoalan utang.

"ASN D yang nyambi dagang ayam geprek di Kota Metro tersebut meninggal dunia setelah ditembak seusai cekcok soal utang," kata Yuni, Minggu (24/5/2026).

Yuni menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil.

Saat kejadian, korban diketahui tengah duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban.

Namun percakapan di antara keduanya memicu ketegangan hingga berujung cekcok mulut.

"Lokasi korban yang berdagang ayam geprek tersebut tepatnya di depan sebuah tempat cucian mobil," ujar Yuni.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku datang untuk menagih utang kepada korban," lanjutnya.

Ketegangan yang terjadi di lokasi diduga memicu tindakan penembakan yang menyebabkan korban mengalami luka tembak di bagian kepala.

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Saat ini, tim gabungan dari Polda Lampung dan Polres Metro masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya telah diketahui penyidik.

"Peristiwa ini sedang kami tangani secara serius dan tim di lapangan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Yuni.

Mantan Kapolres Metro itu menegaskan, aparat kepolisian juga masih mendalami keterangan para saksi serta menunggu hasil autopsi untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di lapangan," ujarnya.

Melihat suaminya terkapar, istri korban, Vita Lestari, sempat melakukan tindakan nekat dengan berupaya merebut senjata api dari tangan pelaku.

Namun, upaya tersebut gagal. Pelaku justru mengancam akan menembak Vita, sebelum akhirnya kabur dari lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.

Pasca-kejadian, korban langsung dievakuasi ke RS Mardi Waluyo Kota Metro, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ahmad Yani.

Berdasarkan hasil CT scan, proyektil peluru diketahui masuk melalui pelipis kanan dan bersarang di bagian belakang tengkorak korban.

"Sekitar pukul 23.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis," jelas Yuni.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Pihak kepolisian menegaskan akan memburu dan menindak tegas pelaku, serta mendalami asal-usul kepemilikan senjata api ilegal yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

Baca: Kutip Nasihat Ustaz, Maia Estianty Bahas Manusia Toxic seusai Terus Disindir oleh Ahmad Dhani

Baca: Polisi Buka Suara Soal Pocong Begal di Cirebon, Imbau Warga Tetap Waspada

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cekcok soal Utang Piutang, ASN di Lampung Tewas Ditembak, Istri Sempat Rebut Senjata

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #pelaku   #penembakan   #ASN   #Lampung Tengah   #Metro Barat   #Kota Metro   #utang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved