Sabtu, 30 Mei 2026

Mancanegara

Pertaruhan Nuklir! Mojtaba Melarang Keras Pemindahan Uranium Keluar Negeri meski AS Mendesak

Jumat, 22 Mei 2026 18:37 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Iran menolak keras wacana pemindahan uranium diperkaya ke luar negeri sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut sumber-sumber senior Iran, Pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei mengeluarkan arahan tegas agar seluruh lingkaran elite pemerintahan bahwa uranium yang telah diperkaya hingga mendekati level senjata nuklir tidak boleh dipindahkan ke negara lain dalam kondisi apapun.

“Arahan pemimpin tertinggi dan konsensus pemerintahan adalah bahwa persediaan uranium diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” ujar salah satu sumber yang berbicara secara anonim, sebagaimana dikutip dari The Times of Israel, Jumat (22/5/2026)

Langkah itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan negosiasi rumit antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv terkait program nuklir Iran.

Sumber internal pemerintah Iran menyebut para pejabat tinggi negara itu memiliki kecurigaan mendalam terhadap niat Amerika Serikat dan Israel.

Teheran meyakini bahwa jeda konflik dan pembicaraan damai yang sedang berlangsung bisa saja hanya menjadi strategi sementara untuk menciptakan rasa aman sebelum kemungkinan serangan baru dilancarkan.

Karena itu, Iran menilai pemindahan uranium ke luar negeri justru akan membuat negara tersebut kehilangan alat pertahanan strategis yang selama ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.

Baca: Pelaku Pembunuhan Wanita yang Jasadnya Ditemukan Tergantung di Kebun Warga Serang Ditangkap Polisi

Baca: Komentari Rumor Kasus Ijazah Palsu P21, Roy Suryo Sebut Polda Metro Jaya Hanya Bisa Mendoakan

Selain faktor keamanan, uranium diperkaya juga dipandang sebagai aset politik dan diplomatik bernilai tinggi bagi Iran.

Cadangan uranium tersebut dinilai menjadi salah satu kartu tawar utama Teheran dalam negosiasi dengan negara-negara Barat, terutama terkait pencabutan sanksi ekonomi dan jaminan keamanan kawasan.

Pemerintah Iran juga khawatir bahwa apabila uranium dipindahkan keluar negeri, material tersebut berpotensi disita permanen dan tidak akan dikembalikan.

Kecurigaan itu muncul karena hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel selama bertahun-tahun dipenuhi ketegangan politik, sanksi ekonomi, hingga ancaman militer.

Bagi pemerintahan Teheran, mempertahankan uranium di dalam negeri bukan hanya soal teknologi nuklir, tetapi juga simbol kedaulatan dan penolakan terhadap tekanan Barat.

Perbedaan sikap antara Iran dan Amerika Serikat itu kini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya mencapai kesepakatan damai baru di kawasan Timur Tengah.

Iran Miliki Ratusan Kilogram Uranium Diperkaya
Menurut laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran saat ini memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60 persen.

Tingkat pengayaan tersebut memang masih berada di bawah ambang senjata nuklir, namun dinilai sudah mendekati level yang dapat digunakan untuk memproduksi bom atom apabila diperkaya lebih lanjut hingga sekitar 90 persen.

Pejabat Israel sebelumnya menyebut jumlah uranium yang dimiliki Iran secara teoritis cukup untuk memproduksi hingga 11 senjata nuklir apabila proses pengayaan dilanjutkan.

Karena itu, isu uranium Iran kini menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam hubungan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mojtaba Khamenei Pasang Badan! Uranium Iran Dilarang Keluar Negeri meski AS Mendesak

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #nuklir   #Mojtaba Khamenei   #Uranium   #Amerika

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved