Tribunnews Update
JD Vance Klaim Perundidngan dengan Iran Perkembangan Positif
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan pembicaraan antara Washington dan Iran menunjukkan perkembangan positif, meski situasi masih sangat rapuh.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam pengarahan di Gedung Putih pada Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan pemerintah AS masih berupaya mencapai kesepakatan diplomatik dengan Teheran terkait konflik yang terus berlangsung.
Meski demikian, Vance menegaskan bahwa Washington tetap siap siaga opsi militer apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Menurutnya, Amerika Serikat berada dalam posisi siaga penuh untuk memulai kembali operasi militer terhadap Iran jika diperlukan.
Ia menyebut hanya ada dua kemungkinan akhir dari situasi saat ini, yakni tercapainya kesepakatan atau dimulainya kembali perang.
Vance juga kembali menegaskan sikap pemerintah AS bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Ia mengatakan hal tersebut menjadi syarat utama dalam setiap pembicaraan yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tetap menjadikan isu nuklir Iran sebagai prioritas utama dalam upaya penyelesaian konflik.
Dalam pernyataannya, Vance mengakui bahwa gencatan senjata yang berlangsung sejak April tidak sepenuhnya stabil.
Ia menyebut situasi di lapangan masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Pemerintah AS disebut terus memantau perkembangan keamanan di kawasan Timur Tengah, termasuk kondisi di Selat Hormuz yang masih menjadi titik ketegangan utama.
Komentar Vance muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengungkapkan bahwa dirinya hampir memerintahkan serangan baru terhadap Iran.
Trump mengatakan ia sempat mempertimbangkan operasi militer tambahan dan memberi Teheran waktu dua hingga tiga hari untuk mencapai kesepakatan.
Ia bahkan mengklaim hanya tinggal satu jam lagi sebelum memerintahkan serangan baru.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan telah menyiapkan “serangan besar” terhadap Iran.
Namun, rencana tersebut disebut tidak dilanjutkan setelah adanya dorongan dari sejumlah negara Teluk agar situasi tidak semakin memanas.
Meski begitu, beberapa negara Teluk kemudian mengaku tidak mengetahui adanya rencana serangan dalam waktu dekat.
Di tengah ancaman eskalasi baru, jalur diplomatik masih terus dibuka melalui mediator Pakistan.
Sejumlah proposal disebut telah dipertukarkan sejak gencatan senjata diumumkan beberapa bulan lalu.
Namun hingga kini kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan final terkait tuntutan masing-masing.
Krisis di Selat Hormuz juga masih berlangsung.
Iran tetap membatasi akses bagi negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.
Sementara Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (*)
Artikel ini telah tayang di Al Arabiya dengan judul Iran talks making ‘good progress,’ US VP Vance says
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Mahfud MD Ikut Tanggapi Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Orang Desa Tak Pakai Dolar
13 jam lalu
Tribunnews Update
Viral Video Pocong Jadi-jadian Sering Ketok Pintu Rumah saat Malam Hari, Bikin Resah Warga Tangerang
13 jam lalu
Tribunnews Update
MUI Ultimatum Menlu Segera Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Israel: Buktikan Guna Indonesia Ikut BoP
13 jam lalu
Tribunnews Update
Dua Bulan Tertahan, 2 Kapal Tanker China Tembus Selat Hormuz, Bawa 4 Juta Barel Minyak Mentah
14 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.