Jokowi Akan Blusukan, PSI Dikhawatirkan Justru Kena Antipati Publik
TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah dikabarkan hampir pulih sepenuhnya dari sakit, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berencana turun gunung, berkeliling Indonesia mulai Juni 2026.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai rencana Jokowi yang akan berkeliling Indonesia merupakan pesan bahwa dirinya belum selesai dan siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air.
Sekjen DPP Projo, Freddy Alex Damanik, menyebut Jokowi akan melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia mulai Juni 2026.
Informasi tersebut Freddy dapatkan langsung dari pertemuan antara Ketum Projo, Budi Arie Setiadi dengan Jokowi di Jakarta Timur pada awal Mei 2026 lalu.
Kondisi kesehatan Jokowi, kata Freddy, sudah 99 persen pulih dan siap kembali turun ke lapangan untuk menyapa masyarakat di berbagai pelosok Tanah Air.
Sosok Jokowi dinilai masih memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam peta politik nasional karena kecintaan rakyat yang belum hilang.
Selain rencana keliling Indonesia, Jokowi juga akan mengadakan pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali dengan para relawannya.
Sementara itu, pada akhir Januari 2026 lalu, Jokowi menyatakan kesiapannya bekerja demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Hal tersebut Jokowi ungkapkan saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan PSI memiliki target besar dan tinggi, sehingga 'mesin' yang dimiliki PSI juga harus besar.
Jokowi menekankan kepada kader PSI agar memiliki struktur organisasi partai hingga ke RT dan RW.
Ia menilai, kekuatan partai politik terletak pada struktur yang kuat.
Jokowi menyebut bahwa struktur yang ideal yakni yang siap bekerja sampai akar rumput.
Menegaskan kesiapannya bekerja demi PSI, Jokowi mengaku masih sanggup jika diperlukan.
Agung Baskoro menilai rencana Jokowi yang akan berkeliling Indonesia merupakan pesan bahwa dirinya belum selesai dan siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air.
Menurut Agung, langkah mantan Wali Kota Solo tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa melainkan sebuah pesan bahwa Jokowi siap kembali ke panggung depan politik Tanah Air sekaligus memanaskan mesin politik relawannya secara bertahap.
Agung menjelaskan, keputusan Jokowi untuk kembali "turun gunung" menyapa masyarakat sangat beralasan jika melihat dinamika politik belakangan ini.
Pasalnya, pasca-lengser dari kursi kepresidenan, Jokowi kerap menjadi sasaran tembak kelompok yang berlawanan dengannya.
Menurut Agung, interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah adalah cara paling efektif bagi Jokowi untuk mempertahankan modal sosialnya.
Respons PDIP
Rencana Jokowi, yang juga mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kembali berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 memunculkan pembacaan politik dari partai berlambang banteng tersebut.
Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menilai agenda Jokowi itu bukan sekadar kegiatan menyapa masyarakat, melainkan mengandung pesan politik bagi Presiden Prabowo Subianto.
Guntur menyatakan rencana Jokowi akan kembali turun gunung merupakan pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo.
Menurut Guntur Jokowi ingin menyatakan kalau dirinya masih diperhitungkan.
Menurut Guntur, agenda keliling daerah itu dapat menjadi modal konsolidasi dukungan politik Jokowi di tengah dinamika pemerintahan saat ini.
Ia juga menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai menjadi figur paling dekat dengan keberlanjutan pengaruh politik Jokowi.
Guntur kemudian mengaitkan langkah tersebut dengan potensi kontestasi politik menuju 2029.
Selain membaca adanya pesan politik, Guntur juga menyinggung pernyataan Jokowi menjelang akhir masa jabatannya sebagai presiden.
Menurut dia, publik sebelumnya mendengar pernyataan Jokowi yang ingin kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagai warga biasa setelah tak lagi menjabat.
Namun, rencana Jokowi kembali berkeliling Indonesia dinilai bertolak belakang dengan pernyataan tersebut.
Guntur juga menilai langkah Jokowi itu berkaitan dengan upaya menjaga pengaruh politik keluarganya yang kini berada di lingkar kekuasaan.
Ia menyebut Gibran Rakabuming Raka menjabat Wakil Presiden, Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sementara Bobby Nasution menjabat Gubernur Sumatera Utara.
Karena itu, menurut dia, Jokowi memiliki kepentingan untuk tetap menjaga kekuatan politik tersebut.
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
Viral di Medsos
Viral! Gorong-gorong Legendaris Jokowi jadi Sorotan, Warganet Sebut Situs Bersejarah Jakarta
10 jam lalu
Tribunnews Update
Prabowo Akui Pernah Usul ke Jokowi agar Amran Jadi Menteri Pertanian: Ini Orang Oke Pemikirannya
13 jam lalu
Terkini Nasional
Jokowi Turun Gunung! Bakal Keliling Indonesia, Siap Panaskan Panggung Pemilu 2029?
13 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.