Jumat, 1 Mei 2026

LIVE UPDATE

AS Enggan Cabut Blokade demi Program Nuklir Iran, Teheran Beri Sinyal akan Lakukan Serangan Balasan

Kamis, 30 April 2026 17:04 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat menegaskan blokade laut terhadap Iran belum akan dihentikan.

Presiden Donald Trump menyebut langkah ini tetap menjadi strategi utama.

Ia mengatakan, tekanan akan terus dilakukan sampai ada kesepakatan nuklir.

Menurutnya, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apapun.

Dalam wawancara terbaru, Trump menolak membuka jalur pelayaran penting di kawasan Teluk.

Langkah itu dinilai bisa memberi ruang bagi Iran dalam negosiasi.

Trump bahkan menyebut blokade lebih efektif dibanding serangan militer langsung.

Baca: Trump Disebut Instruksikan Persiapan Blokade Jangka Panjang Iran di Tengah Macetnya Diplomasi Nuklir

Ia menggambarkan kondisi Iran saat ini sedang tertekan secara serius.

Di sisi lain, Iran menetapkan syarat tegas untuk kembali berunding.

Blokade harus dihentikan lebih dulu sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Teheran sempat menawarkan kompromi terbatas pekan ini.

Mereka siap membuka jalur Hormuz jika blokade pelabuhan dicabut.

Namun, sinyal dari Washington menunjukkan tawaran itu ditolak.

Situasi pun tetap buntu tanpa titik temu yang jelas.

Trump menilai kondisi saat ini masih menguntungkan bagi negaranya.

Baca: Trump Siap Terima Paparan Opsi Militer Baru ke Iran, Termasuk Serangan Cepat dan Kendali Hormuz

Ia tidak terburu-buru mencapai kesepakatan besar dengan Iran.

Di lapangan, ketegangan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah kapal yang terkait Iran berhasil diamankan oleh pihak Amerika.

Militer AS juga mengalihkan puluhan kapal di wilayah perairan tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperketat tekanan.

Sebagai respons, Iran juga mulai menyita kapal asing.

Mereka menuduh kapal-kapal itu melanggar aturan pelayaran.

Pemerintah Iran menilai tekanan ini sebagai upaya melemahkan negara.

Mereka menuding ada strategi untuk memecah kondisi dalam negeri.

Namun, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan.

Mereka siap memberikan respons yang lebih nyata dalam waktu dekat.

Baca: Ancaman Trump Disebut Hanya Omong Kosong, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Pihak keamanan Iran juga memberi peringatan keras.

Balasan disebut akan berbeda dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu, Trump kembali mengklaim kekuatan Iran sudah menurun.

Ia menyebut kemampuan militer Iran kini jauh berkurang.

Meski begitu, persoalan utama masih belum terselesaikan.

Kedua negara tetap berselisih soal program nuklir Iran.

Iran bersikeras pengayaan uranium adalah hak mereka.

Namun, Amerika ingin seluruh program itu dihentikan total.

Perbedaan juga terjadi dalam isu senjata dan aliansi regional.

Iran menolak membatasi produksi rudal dan drone.

Mereka juga tidak ingin menghentikan dukungan ke sekutu di kawasan.

Hal ini menjadi tuntutan penting dari Amerika dan Israel.

Upaya diplomasi sebenarnya sempat dilakukan sebelumnya.

Pertemuan antara kedua pihak digelar setelah gencatan senjata.

Namun, pembicaraan itu belum menghasilkan kemajuan berarti.

Kebuntuan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Editor: Agilio OktoViasta
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Videografer: Reka Alfa Dwi Putri
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved