LIVE UPDATE
Trump Murka! Semprot Kanselir Jerman soal Kritik Perang Iran, Tegaskan AS Tak akan Mundur
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait kritik terhadap perang AS-Israel di Iran.
Trump menegaskan konflik tersebut diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Dalam komentarnya di Truth Social, Selasa (28/4) kembali mencerminkan ketegangan antara Washington dan sekutu Eropa dan NATO.
Trump menilai Merz keliru dalam memahami ancaman yang ditimbulkan Iran.
Ia menyebut kepemilikan senjata nuklir oleh Iran akan membahayakan stabilitas global.
“Kanselir Jerman, Friedrich Merz, berpikir tidak apa-apa jika Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan! Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan menjadi sandera,” tulis Trump.
Selain itu, Trump mengklaim dirinya melakukan langkah yang seharusnya sudah diambil sejak lama oleh pemimpin sebelumnya.
Pernyataan tersebut juga disertai kritik terhadap kondisi Jerman.
Trump menyinggung persoalan ekonomi dan tantangan lain yang dihadapi negara sekutu AS dan Israel tersebut.
Di sisi lain, Merz justru menilai operasi militer di Iran tidak dirancang dengan matang.
Ia mengingatkan bahwa konflik semacam ini tidak hanya soal memulai perang, tetapi juga bagaimana mengakhirinya.
Merz mencontohkan pengalaman panjang di Afghanistan dan Irak sebagai pelajaran penting.
Ia juga menilai posisi Amerika Serikat melemah dalam negosiasi dengan Iran.
Menurutnya, Teheran berhasil mempermalukan Washington dengan menolak hadir dalam perundingan sebelum blokade dicabut.
Berdasarkan kutipan dari Al Jazeera, pernyataan ini menjadi kritik terbuka yang cukup jarang dari Jerman terhadap AS dan Israel.
Padahal Jerman selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu utama Israel.
Berlin bahkan termasuk pemasok senjata terbesar bagi Israel.
Namun, perang yang sedang berlangsung dinilai memberi dampak ekonomi besar bagi Eropa.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu tekanan utama di tengah pemulihan pasca pandemi dan dampak perang di Ukraina.
Kondisi ini membuat negara-negara Eropa semakin berhati-hati dalam mendukung konflik.
Sebelumnya, Trump juga kerap mengkritik sekutu Eropa karena tidak terlibat langsung.
Ia menilai mereka enggan membantu membuka kembali Selat Hormuz secara paksa.
Dalam kunjungan Merz ke Gedung Putih sebelumnya, Trump bahkan sempat mengancam negara Eropa lain terkait sikap mereka.
Trump bersikeras bahwa tujuan utama perang adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. (*)
Reporter: Isti Ira Kartika Sari
Videografer: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Rifqi Khusain
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Trump Tuduh Teheran Tertekan hingga Runtuh, Desak Amerika Buka Hormuz
3 jam lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: Senjata Perang Laut Iran Dikerahkan Remukkan Kapal Induk AS, Marinir Dirudal
3 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.