Reshuffle Kabinet Prebowo, Elite Golkar: yang Tak Produktif Harus Diganti
TRIBUN-VIDEO - Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan Kabinet Merah Putih siang ini di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (27/4/2026).
Pantauan Tribunnews di Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB, sejumlah protokol Istana terlihat mulai melakukan sejumlah persiapan.
Petugas kebersihan mulai melakukan pembersihan di ruang kedatangan tamu.
Kabarnya, ada sejumlah menteri maupun kepala badan yang akan dirotasi dalam kabinet.
Reshuffle rencananya akan dilakukan pukul 15.00 WIB.
Di sisi lain, terlihat ada juga protokol istana yang membawa sejumlah buket bunga yang biasanya dipakai untuk upacara kenegaraan di Istana Negara.
Namun, belum diketahui secara rinci apakah Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle pada hari ini.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak istana.
Kabarnya, ada lima orang yang akan dilakukan reshuffle kabinet. Mereka tersebar dari jabatan kepala badan hingga menteri dalam kabinet merah putih.
Kepala Staf Kepresidenan, M Qodari buka suara mengenai kabar dirinya akan direshuffle Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya saat ini.
Dia menyebut hal tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden.
Kabarnya, Qodari akan direshuffle dari kursi KSP menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang saat ini dijabar oleh Angga Raka Prabowo.
Qodari mengatakan pihaknya meminta awak media untuk menunggu keputusan Presiden Prabowo pada hari ini.
Respons Golkar:
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet seiring perjalanan pemerintahan yang telah berjalan sekitar satu setengah tahun.
Menurut Idrus, Presiden Prabowo Subianto memiliki kewajiban untuk memastikan kinerja kabinet berjalan optimal dan menjawab tuntutan publik.
Idrus menjelaskan, dalam struktur pemerintahan terdapat peran pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan.
Presiden, kata Idrus, berperan sebagai pengambil keputusan, sementara menteri bertindak sebagai eksekutor di lapangan.
Idrus menyebut, tanggung jawab presiden tidak hanya pada pengambilan keputusan, tetapi juga memastikan jalannya pengawasan dan motivasi terhadap para menteri.
Namun demikian, ia menegaskan, jika para menteri tetap tidak menunjukkan kinerja optimal meski telah diberi arahan dan dorongan, maka presiden perlu mengambil langkah tegas.
"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia," kata Idrus, kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Prabowo Subianto Tak Masalah Anak Orang Kaya Tolak MBG, Fokus pada Rakyat yang Membutuhkan
Selasa, 12 Mei 2026
Terkini Nasional
Momen Prabowo 'Usir' Paspampres demi Salami Warga di Gorontalo: Diminta untuk Menepi
Senin, 11 Mei 2026
Tribunnews Update
Maung Putih RI Curi Perhatian, Menlu Ungkap Alasan Prabowo Bawa Mobil ke KTT ASEAN Filipina
Sabtu, 9 Mei 2026
Terkini Nasional
Said Didu Lantang Tuding Pendukung Jokowi Ingin Makzulkan Prabowo gegara Marah Oligarki Diusik
Sabtu, 9 Mei 2026
Terkini Nasional
Mobil Maung Prabowo Curi Perhatian di KTT ke-48 ASEAN Filipina, Jadi Rebutan Selfie Warga
Sabtu, 9 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.