LIVE UPDATE
Selat Hormuz Jadi Medan Perang Panas AS-Iran, Eropa Mulai Kena Dampak Serius
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Konflik AS dan Iran masih diliputi ketidakpastian, perundingan tahap kedua belum mencapai hasil.
Gencatan senjata justru diperpanjang yang membuat arah konflik semakin tidak jelas.
Meski begitu, Pakistan menyampaikan kabar berbeda.
Islamabad menyebut peluang dialog belum sepenuhnya hilang.
Pesan positif disebut masih dipertukarkan kedua negara.
Namun di lapangan, situasi justru makin memanas, aktivitas militer kini bergeser ke wilayah laut.
AS dan Iran saling unjuk kekuatan di perairan strategis terutama di Selat Hormuz.
Kedua pihak berlomba menunjukkan dominasi mereka, Iran mencoba menekan lewat kendali di selat tersebut.
Mereka menutup, menembaki, dan menyita kapal dagang yang mencoba melintas.
Langkah ini jadi sinyal kekuatan Iran, Teheran ingin menunjukkan pengaruhnya pada ekonomi global.
Di sisi lain, AS justru memperketat blokade ke pelabuhan Iran.
Kapal dari dan menuju Iran ikut dibatasi untuk menekan ekspor minyak Iran.
AS ingin melemahkan ekonomi Iran secara langsung dengan sanksi dan operasi laut jadi alat utama tekanan.
Situasi ini berubah jadi adu kekuatan terbuka, kedua pihak merasa memiliki keunggulan waktu.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyebut tekanan akan segera berdampak besar.
Fasilitas minyak di Pulau Kharg diperkirakan penuh, produksi minyak Iran disebut bisa terhenti.
AS menilai ini akan menghantam pendapatan Iran karena ekspor minyak adalah sumber utama mereka.
Risiko besar juga mengintai Iran, jika produksi dihentikan dampaknya bisa jangka panjang.
Kerusakan sumur minyak bisa terjadi permanen, produksi bisa turun drastis di masa depan.
Sementara itu, Iran tetap tegas menolak tekanan dari AS.
Teheran menyebut AS tak berhak menentukan batas waktu.
Iran yakin mampu menghadapi strategi tersebut salah satu caranya dengan menunda perundingan.
Iran menuntut blokade dicabut lebih dulu.
Di sisi lain, Iran melihat tanda keberhasilan,
Harga minyak dunia tetap tinggi mencapai 100 dolar per barel.
Hal tersebut jadi indikator penting bagi Iran.
Dampak lain juga mulai terlihat secara global.
Seperti Puluhan ribu penerbangan dilaporkan dibatalkan, biaya bahan bakar melonjak tajam.
Sektor pariwisata ikut terdampak, pemesanan hotel musim panas menurun.
Cadangan minyak di beberapa pelabuhan ikut terpengaruh, hingga harga komoditas lain juga ikut naik.
Beban ekonomi dirasakan negara-negara terutama Eropa, mereka harus menahan inflasi energi.
Reporter: Yustina Kartika Gati
Videografer: Agilio OktoViasta
Video Production: Rifqi Khusain
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Trump Tegaskan Tidak akan Pakai Senjata Nuklir ke Iran, Sebut Serangan Konvensional Sudah Cukup
3 jam lalu
Tribunnews Update
Trump Klaim Kepemimpinan Iran Terpecah dan Bertikai Ibarat 'Kucing dan Anjing' saat Negosiasi Mandek
3 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Trump Tegas Ogah Pakai Nuklir Lawan Iran, Sebut Ada Cara Lebih Mudah untuk Menang
3 jam lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Trump Jawab Opsi Nuklir dalam Konflik Iran, IDF Tunggu Lampu Hijau AS
3 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.