Selasa, 21 April 2026

Terkini Nasional

KATA BAHLIL soal Sinyal Harga Pertamax 92 Naik, Singgung Harga BBM Subsidi

Senin, 20 April 2026 19:00 WIB
Surya Malang

TRIBUN-VIDEO.COM, - Ketidakpastian harga minyak mentah dunia mulai berdampak pada harga bahan bakar domestik.

Setelah PT Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo dan Dexlite per 18 April 2026, kini perhatian tertuju pada Pertamax 92.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bahwa fluktuasi Indonesia Crude Price (ICP) yang melambung dapat memicu penyesuaian harga tahap berikutnya bagi konsumen BBM non-subsidi jenis RON 92 tersebut.

Kata Bahlil, kenaikan harga terhadap bensin non-subsidi seperti Pertamax Turbo yang telah terjadi merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina di tahap pertama dalam menyikapi dinamisnya harga minyak dunia.

"Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM non-subsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang," kata Bahlil saat jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Harga Pertamax 92 Bisa Naik

Bahlil menyebutkan, penyesuaian harga ini juga berpotensi merembet ke Pertamax (RON 92) yang saat ini dibanderol Rp12.300 per liter.

Kenaikan harga di level pengecer, kata Bahlil sulit dihindari apabila tren harga minyak mentah global terus bertahan tinggi.

"Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian. Kalau harga (minyaknya) turun, ya (Pertamax) tidak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian," ungkap Bahlil.

Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk menjamin harga BBM non-subsidi akan tetap stabil.

Menurut Bahlil, jaminan harga dari pemerintah hanya berlaku bagi BBM bersubsidi, yakni Pertalite (RON 90) dan Solar (CN 48).

"Karena kan yang bisa kita jamin negara, pemerintah bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi, dan itu kan peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasinya. Begitu ya," katanya.

Adapun saat ini kata Bahlil , harga minyak mentah dunia yang menjadi acuan dari Indonesia Crude Price (ICP) berada di angka USD76 per barel, kondisi harga minyak mentah tersebut masih terus fluktuatif dan menunjukkan tren kenaikan.

"Hari ini ya, kalau kemarin kan 77, karena pernah naik sampai 105, 106. Sekarang kan sudah turun kan? sudah di bawah 100 ya Pak Dirjennya? jadi rata-rata tadi pagi saya bangun tidur, bacaan saya sekarang adalah harga ICP dunia, dan ICP rata-rata. Kita mungkin 76," tandas Bahlil.

Baca: BBM Non-subsidi Naik Nyaris Rp 10 Ribu, Tak Berdampak di Ambon karena Andalkan Pertalite & Solar

Kenaikan Harga Pertamax Turbo

Sebelumnya pada 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan kenaikan harga BBM non-subsidi, di mana Pertamax Turbo dijual dengan harga Rp19.400-Rp20.250, harga berbeda di masing-masing provinsi.

Padahal pada tanggal 1 Maret 2026 lalu, harga BBM Pertamax Turbo  masih di angka Rp13.100.

Tidak hanya Pertamax Turbo, kenaikan harga juga terjadi untuk BBM Dexlite yang kini dijual Rp23.600-Rp24.650 per-liter di mana pada tanggal 1 Maret 2026 harganya masih Rp14.200 per liter.

Sementara Pertamina Dex dibanderol Rp22.700-Rp24.950 per liter, di mana harga pada tanggal 1 Maret 2026 masih berkisar Rp13.800-Rp15.100 per liter (harga berbeda tergantung dengan provinsi masing-masing).

Lalu untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar harganya masih tetap yakni Rp10.000 per-liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per-liter untuk Solar.

Kenaikan juga tidak terjadi untuk BBM nonsubsidi RON 92 Pertamax, harga tanggal 1 Maret 2026 masih berlaku untuk saat ini dan tidak ada penyesuaian harga di seluruh daerah.

Minyak Dunia Melambung 6 Persen Buntut Perang

Pada perdagangan awal, Minggu (19/4/2026) harga minyak dunia naik karena kebuntuan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mencegah kapal tanker menggunakan Selat Hormuz, jalur air Teluk Persia yang sangat penting bagi pasokan energi global.

Harga minyak mentah AS naik 6,4 persen menjadi $87,90 per barel satu jam setelah perdagangan dilanjutkan di Chicago Mercantile Exchange.

Lalu, harga minyak mentah Brent, standar internasional, naik 5,8 persen menjadi $95,64 per barel.

Reaksi pasar tersebut menyusul lebih dari dua hari harapan yang meningkat dan kekecewaan terkait Selat Hormuz.

Harga minyak mentah anjlok lebih dari 9 persen pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran mengatakan akan sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif dikuasainya, untuk lalu lintas komersial.

Teheran membatalkan keputusan itu dan menembaki beberapa kapal pada Sabtu (18/4/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku.

Pada Minggu, Trump mengatakan AS menyerang dan secara paksa menyita kapal kargo berbendera Iran yang diduga mencoba menghindari blokade tersebut.

Selanjutnya, komando militer gabungan Iran bersumpah akan membalas.

Baca: Curhat Pengepul Sawit di Babel yang Tercekik BBM, Codet Minta Sopir Truk Balik Kanan

(*)

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Setelah Pertamax Turbo, Bahlil Sebut Harga Pertamax 92 Bisa Naik Jika Minyak Dunia Terus Melambung

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Surya Malang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved