TRIBUNNEWS UPDATE
Kapal Perang AS Berada di Dekat Indonesia, DPR RI Desak Pemerintah Tegaskan Sikap Netral
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap netral dan politik luar negeri bebas aktif.
Hal ini menyusul pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka.
Dave menilai, penegasan dari pemerintah diperlukan untuk menepis persepsi negatif terhadap Indonesia.
"Kami memahami bahwa ada persepsi internasional yang mungkin muncul terkait motif pelintasan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk terus menegaskan sikap netral," kata Dave, dikutip dari Kompas.com pada Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, Komisi I DPR RI sejatinya memahami perlintasan kapal perang AS di Selat Malaka merupakan bagian dari hak lintas damai.
Baca: Ketua Parlemen Iran Sebut Blokade AS Keputusan Ceroboh, Balasannya Iran Tutup Lagi Selat Hormuz
Hak tersebut diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Komisi I DPR RI menekankan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.
Artinya, Indonesia tidak berpihak pada kepentingan negara mana pun dalam konflik, termasuk dalam dinamika antara AS-Iran.
Fokus utama Indonesia adalah menjaga stabilitas kawasan, memastikan keamanan jalur perdagangan internasional, serta melindungi kepentingan nasional.
Sebelumnya, TNI Angkatan Laut (AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang AS di kawasan Selat Malaka.
Hasil pemantauan, kapal USS Miguel Keith berada di perairan timur Belawan pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Baca: Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.809 per Ons, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Konflik AS-Iran
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, kapal perang AS tersebut tengah melaksanakan hak lintas transit.
Keberadaannya sah sesuai Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Namun, Tunggul tidak merespons apakah aktivitas itu terkait operasi militer khusus seperti yang dikaitkan dengan isu pemburuan kapal tanker Iran.
Isu muncul setelah Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengumumkan perluasan operasi.
Pihaknya bakal mengejar kapal-kapal yang terafiliasi dengan Iran di perairan internasional, termasuk hingga Indo-Pasifik.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Kapal AS Lintasi Selat Malaka, Pemerintah Diminta Tegaskan Sikap Netral
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Kapal Teheran Ditembak & Disita AS hingga Korea Utara Kerahkan Rudal Balistik
6 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Hotman Paris soal Suster Natalia dan Kasus Penggelapan Dana Umat Gereja: Prabowo Harus Turun Tangan
6 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Ketua Parlemen Iran Sebut Blokade AS Keputusan Ceroboh, Balasannya Iran Tutup Lagi Selat Hormuz
6 jam lalu
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.809 per Ons, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Konflik AS-Iran
7 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.