Sabtu, 18 April 2026

Iran Perkuat Kendali Militer di Selat Hormuz, Siagakan Pasukan Elit

Rabu, 15 April 2026 21:21 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran mengerahkan pasukan elite komando angkatan laut di sepanjang garis pantai selatan yang menghadap Selat Hormuz usai gagalnya perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan pada 11 April 2026 lalu.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas.

Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia usai AS bersama Israel melakukan serangan ke Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi 20 persen pasokan minyak dunia.

Penutupan Selat Hormuz pun telah menciptakan penumpukan besar-besaran, dengan perkiraan ribuan kapal menunggu atau terjebak di Teluk Persia dan perairan sekitarnya.

Harga minyak dunia juga meroket akibat tertahannya pasokan energi di selat hormuz.

Presiden AS Donald Trump kemudian memberikan sejumlah deadline mengancam akan melakukan serangan ke jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika Iran tidak membuka Selat Hormuz tidak dibuka sesuai waktu yang diberikan oleh Trump.

Melalui komando militer pusatnya, Iran menilai ancaman dari Washington tidak mencerminkan kekuatan, melainkan kepanikan.

Pada Selasa (7/6/2026), beberapa jam sebelum serangan yang direncanakan, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.

Setelah lebih dari enam minggu konflik bersenjata, AS dan Iran akhirnya bersedia duduk bersama dalam perundingan penting, Sabtu (11/4/2026) yang digelar di Islamabad, Pakistan.

Belakangan muncul ketegangan baru saat citra satelit menunjukkan USS Abraham Lincoln, kapal induk AS kelas Nimitz bertenaga nuklir dengan dek penerbangan seluas 4,5 hektar, berada di tepi timur Teluk Oman, sekitar 200 kilometer selatan garis pantai Iran. 

Jarak 200 Km ini adalah jarak terdekat kapal perang AS tersebut dengan Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari. 

Menurut laporan BBC, dua kapal tambahan yang terlihat dalam citra tersebut memiliki ukuran dan bentuk yang konsisten dengan kapal perusak rudal dan kemungkinan merupakan bagian dari kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln, meskipun identitas pastinya belum dikonfirmasi.

Iran kemudian mengerahkan pasukan komando angkatan laut elit di sepanjang garis pantai selatan yang menghadap Selat Hormuz.

Pasukan yang dikenal sebagai Takavaran tersebut kabarnya akan ditempatkan di wilayah pesisir Teluk Persia, menjadikan kawasan itu sebagai garis depan terbaru dalam eskalasi konflik regional tahun 2026.

Media pemerintah Iran menyebut langkah ini sebagai tindakan defensif untuk mengantisipasi kemungkinan serangan, termasuk infiltrasi atau pendaratan amfibi yang dapat mengancam fasilitas strategis di pesisir.

Gambar yang dirilis media Iran menunjukkan pasukan komando dengan perlengkapan tempur lengkap tersebar di wilayah pesisir berpasir yang menghadap Teluk Persia dan jalur menuju Teluk Oman.

Meski tidak ada rincian resmi mengenai jumlah pasukan atau lokasi pasti penempatan, namun mengutip dari Defence Security Asia, pasukan yang dikerahkan merupakan bagian dari Angkatan Laut reguler Iran atau Artesh, bukan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Strategi Pertahanan Pantai Iran Diperkuat
Pengerahan ini dinilai sebagai strategi untuk menciptakan tekanan psikologis sekaligus menjaga ambiguitas operasional.

Hal ini menunjukkan fokus Iran pada strategi pertahanan maritim konvensional yang lebih terorganisir.

Langkah tersebut juga mengindikasikan adanya koordinasi yang lebih kuat antara pasukan laut, sistem rudal pantai, serta pengawasan maritim untuk membentuk lapisan pertahanan berlapis di kawasan Teluk Persia.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan, setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz oleh AS akan membawa dampak signifikan bagi perdagangan global.

Hal itu Masoud sampaikan dalam pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas perkembangan regional terbaru, negosiasi di Islamabad, dan prospek kesepakatan gencatan senjata.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Iran   #Selat Hormuz   #Amerika Serikat   #energi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved