Internasional
Pangkalan PD II Markas Bom Atom Dihidupkan Lagi, AS Siaga Ancaman Nuklir Korut & China
TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah konflik panjang AS dengan Iran di Timur Tengah, Washington kembali menghidupkan pangkalan perang dunia II.
Langkah ini dilakukan AS untuk memperkuat pertahanan atas tekanan dari China di kawasan.
Landasan udara tersebut dulunya dibangun di pulau-pulau terpencil Pasifik untuk menyerang Jepang pada fase akhir Perang Dunia II.
Kini, pusat landasan tersebut mulai diperbaiki kembali.
Dari laporan DW, Senin (30/3/2026), Analis menilai, proyek ini bertujuan memberikan opsi tambahan bagi Angkatan Udara AS.
Sehingga tak lagi bergantung pada pangkalan utama seperti Andersen di Guam dan Kadena di Okinawa Jepang.
Sejak 2023, insinyur AS memperbarui empat landasan pacu sepanjang 2.400 meter di North Field, Pulau Tinian.
Dari lokasi inilah pesawat pengebom B-29 Superfortress Enola Gay lepas landas untuk menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
Pesawat B-29 lain juga lepas landas dan melancarkan bom kedua di Nagasaki.
Pangkalan ini dulunya dikenal sebagai pangkalan tersibuk di dunia.
Baca: Indonesia Kebanjiran Investasi Jepang Rp380 Triliun, Seskab Teddy: Jadi Magnet Investasi Dunia
Namun pangkalan ini ditinggalkan pada 1947 dan sebagian besar menjadi hutan.
"Sepuluh tahun lalu, AS sangat fokus meninjau ulang pangkalan militernya di Timur Tengah,” kata Garren Mulloy, profesor hubungan internasional di Daito Bunka University sekaligus pakar militer.
"Mereka kini menyadari betapa rentannya landasan udara dan infrastruktur terkait terhadap potensi serangan," ujarnya kepada DW.
Kesiagaan AS ini juga dilaporkan karena ketakutannya akan kekuatan musuh.
Misalnya Korea Utara yang telah mengumumkan rencananya pada 2017 akan menggunakan rudal balistik Hwasong-12.
Rudal balistik ini mampu membawa hulu ledak nuklir untuk menyerang wilayah sekitar Guam.
Rudal tersebut diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 4.500 kilometer, sehingga Pangkalan Udara Andersen berada dalam jangkauannya.
Ditambah, China juga kerap menguji klaim maritim di Pasifik bagian utara.
Beijing juga rutin menggelar latihan militer berskala besar yang menjadi tanda kendali China diperkuat.
Beijing juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai wilayahnya, meskipun klaim tersebut telah ditolak oleh tribunal internasional pada 2016.
Baca: MESKI HARGA Tak Naik, Pembelian BBM Mulai 1 April, Pertalite dan Biosolar Dibatasi
(Tribun-Video.com)
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
Negara-negara Teluk Anggap Iran adalah Musuh Utama Imbas Menyerang Pakai Rudal & Drone
Jumat, 17 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Kapal Nuklir AS Terbakar hingga Kapal Tanker Iran Dobrak Blokade Trump di Hormuz
Jumat, 17 April 2026
Mancanegara
Kapal Induk AS Luncurkan Jet Tempur di Tengah Operasi Blokade Pelabuhan Iran Terus Berlanjut
Jumat, 17 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
China Wanti-wanti Indonesia soal Rencana Udara RI Diakses Militer AS: Jangan Rusak Stabilitas Global
Jumat, 17 April 2026
Mancanegara
AS Kekurangan Penjaga Laut, Kapal Induk USS Dwight D. Eisenhower Dilalap Api, 3 Awak Terluka
Jumat, 17 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.