Selasa, 21 April 2026

Mancanegara

Israel Nyaris Runtuh! Disebut Kewalahan Perang Multi-front, Jenderal Kibarkan 10 Bendera Merah!

Minggu, 29 Maret 2026 09:44 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala staf Israel memperingatkan bahwa militer berada di ambang kehancuran.

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan kepada para menteri bahwa dirinya mengangkat 10 bendera merah.

Peringatan ini disampaikan di tengah tekanan berat akibat perang multi-front yang terus berlangsung.

"Saya mengangkat 10 bendera merah," keluh Zamir.

Zamir mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk mengesahkan undang-undang yang telah lama tertunda.

Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk mengurangi beban militer.

Mengingat, pasukan Israel kini mengalami kelelahan akibat konflik berkepanjangan.

Baca: Pusat Perang dan Radar Kendali Israel Digempur Rudal Iran, Iron Dome Tak Sanggup Menahan Serangan

Baca: Serangan Gabungan Iran Hancurkan Depot Sistem Anti-drone Ukraina & Jadikan 21 Personel Korban Jiwa

Zamir memperingatkan bahwa pasukan cadangan yang direkrut tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Ia juga mengkritik keras pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Zamir menilai Netanyahu gagal mengatasi masalah struktural, seperti kebijakan wajib militer.

Selain itu, Zamir memperingatkan bahwa intensifikasi kekerasan di Tepi Barat memaksa pasukan Israel untuk mengerahkan unit tambahan di kawasan tersebut.

Menurutnya, hal tersebut semakin memperberat beban personel yang sudah kewalahan.

Terkait hal itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya membuka suara.

Netanyahu mengaku akan menyiapkan rencana untuk memperpanjang masa wajib militer.

(*)

Artikel ini telah tayang dengan judul ‘Raising 10 red flags’: Is Israel’s army exhausted?

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Israel   #Militer   #Netanyahu   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved