Minggu, 12 April 2026

Berita Terkini

Strategi Mossad Picu Pemberontakan Iran Gagal, Benjamin Netanyahu Disebut Frustrasi

Rabu, 25 Maret 2026 10:34 WIB
Surya

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan tengah didera rasa frustrasi yang mendalam setelah rencana besar Mossad untuk memicu pemberontakan di internal Iran dinilai gagal total.

Netanyahu sebelumnya sangat mendukung strategi Mossad yang bertujuan menggerakkan massa guna meruntuhkan stabilitas pemerintahan Teheran pada fase awal perang. Namun, hingga saat ini, rencana intelijen tersebut dilaporkan belum menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Berdasarkan laporan internal, Netanyahu sempat membahas rencana ini secara intensif saat berupaya meyakinkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk terlibat lebih jauh dalam konfrontasi melawan Iran. Ia menjanjikan perubahan rezim yang cepat melalui operasi intelijen tersebut.

Baca: Iran Hancurkan Drone Hermes setelah Sebelumnya Tembak Jatuh Jet Siluman F-35 AS

Kini, sejumlah pejabat intelijen baik dari Amerika Serikat maupun Israel mulai meragukan peluang keberhasilan strategi tersebut. Mereka memberikan penilaian objektif bahwa kondisi sosiopolitik di dalam negeri Iran saat ini belum siap untuk melakukan pemberontakan rakyat secara masif.

Kekhawatiran juga muncul akibat adanya potensi penindakan yang sangat keras dari otoritas Iran terhadap para demonstran. Selain itu, peningkatan intensitas serangan militer secara terbuka justru dinilai memperkecil peluang terjadinya protes sipil di tengah masyarakat Iran.

Kepala Mossad, David Barnea, sebelumnya memprediksi bahwa kelompok oposisi di Iran dapat dengan mudah digerakkan melalui serangkaian operasi rahasia. Ia meyakini kerusuhan massal dapat dipicu untuk menjatuhkan rezim dan mengakhiri peperangan dalam waktu singkat.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Pemerintah Iran dilaporkan semakin memperkuat posisinya di mata domestik maupun regional. Soliditas internal negara tersebut tampak semakin kokoh di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat.

Para analis intelijen menyimpulkan bahwa peluang perubahan menuju pemerintahan baru yang lebih demokratis di Teheran melalui skenario Mossad saat ini dinilai sangat kecil. Hal ini menjadi pukulan telak bagi visi strategis Netanyahu yang berharap memenangkan perang lewat jalur intelijen.

(Tribun-Video.com/Surya.co.id)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Surya

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved