Terkini Nasional
NETAYAHU FRUSTASI! Menghadapi Kegagalan Mossad Gulingkan Rezim Iran, Warga Masih Berdiri Teguh
TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, frustrasi terhadap kinerja badan intelijen Mossad dalam satu dekade terakhir.
Rentetan rencana rahasia Mossad untuk memicu pemberontakan rakyat Iran guna menggulingkan rezim Teheran, sejauh ini gagal total.
Berdasarkan laporan The New York Times, yang dikutip Times of Israel, Netanyahu sempat menggantungkan harapan besar pada rencana Direktur Mossad, David Barnea.
Dalam proposalnya, Barnea memprediksi bahwa serangan terhadap pemimpin Iran akan mampu "menggalang oposisi" dan memicu kerusuhan massal yang berujung pada runtuhnya kekuasaan Republik Islam tersebut.
Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik. Alih-alih terpecah, para pemimpin Iran semakin memperkuat posisi mereka. Rakyat Iran cenderung tetap solid di bawah kendali pemerintah pusat.
Upaya melemahkan Iran dari dalam sebenarnya telah menjadi proyek jangka panjang Mossad, namun selalu menemui jalan buntu:
Di era Yossi Cohen (2016–2021), pendahulu Barnea, lebih fokus pada upaya pelemahan teknis melalui sanksi ekonomi yang ketat dan operasi pembunuhan terhadap ilmuwan-ilmuwan nuklir Iran.
Baca: Tentara AS Mulai Frustasi Perangi Iran! Tolak Perintah Perang Trump, Tegaskan Ogah Mati demi Israel
Meski menimbulkan kerugian bagi Iran, strategi ini gagal menghentikan program nuklir maupun menggoyahkan fondasi rezim.
Kemudian di era David Barnea (2021-sekarang), Mosad mengambil langkah lebih ekstrem dengan memfokuskan energi pada perubahan kekuasaan di Iran.
Ia menjanjikan bahwa serangan udara akan menjadi pemicu demonstrasi besar-besaran, yang ternyata tidak terwujud.
Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) memandang kegagalan ini disebabkan oleh ketidaksiapan kondisi domestik Iran untuk melakukan revolusi.
Trauma atas tindakan tegas aparat keamanan Iran pada aksi protes sebelumnya, ditambah risiko dari kampanye pengeboman Israel-AS, membuat masyarakat Iran memilih untuk tetap di rumah.
"Netanyahu mengungkapkan frustrasinya karena janji Mossad untuk menghasut pemberontakan di Iran tidak menjadi kenyataan," tulis laporan tersebut.
Bahkan dalam sebuah rapat keamanan, Netanyahu mengeluh bahwa rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Analisis intelijen menunjukkan bahwa meski terdapat friksi di internal pemerintahan Iran, peluang konflik tersebut berakhir dengan terbentuknya pemerintahan demokratis sangatlah tipis.
Sebaliknya, tekanan dari luar justru dimanfaatkan oleh Teheran untuk membangun narasi persatuan nasional melawan agresi asing.
Nate Swanson, mantan tim negosiator Iran dari era Donald Trump, menyebutkan mayoritas masyarakat Iran terjebak dalam dilema. Meskipun mereka menginginkan kehidupan yang lebih baik, mereka tidak ingin mati konyol dalam pemberontakan yang tidak bersenjata.
Kini, Netanyahu mulai meredam ekspektasi publik mengenai perubahan rezim di Iran.
Meski masih berharap pada "perlawanan dari dalam", kenyataannya rakyat Iran tidak terpancing oleh operasi intelijen Mossad dan memaksa Israel menghadapi fakta bahwa perang ini mungkin akan berlangsung lebih lama dari yang diprediksi.
Baca: Gedung Bertingkat Israel Hancur Dihantam Rudal 100 Kg Iran: Tembok Bolong, Perabotan Berserakan
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rentetan Upaya Mosad Lemahkan Rezim Iran Gagal Total, Netanyahu Frustasi
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Kapal Perang Inggris Rusak seusai Perang Iran, HMS Dragon 'Masuk Bengkel' saat Gencatan Senjata
34 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Detik-detik Iran Luncurkan Serangan Terakhir sebelum Gencatan Senjata, Rudal Ditempel Foto Hizbullah
35 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Geram Israel Rudal Lebanon Sehari Setelah Gencatan Senjata, Tegaskan Bakal Hukum Keras Zionis
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Murka, Siapkan Balasan ke Israel yang Bom Lebanon hingga 254 Orang Tewas saat Gencatan Senjata
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Warga Iran Ragu dengan Gencatan Senjata, Tuduh AS Bakal Menyerang Lagi seusai Istirahat Perang
1 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.