Nasional
BUKA SUARA Kepala SPPG di Bogor Minta Maaf Soal Cuci Ayam MBG di Kamar Mandi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor tengah viral dan diperbincangkan publik di media sosial.
Hal itu lantaran dapur penyedia menu makan bergizi gratis (MBG) di wilayah tersebut kepergok membersihkan ayam di kamar mandi masjid.
Usai kejadian tersebut viral di media sosial, pihak dapur pun memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf.
Kepala SPPG Bantarjaya 02, Wahyudi mengakui bahwa tindakan tersebut kurang tepat dilakukan di area masjid, mengingat masjid merupakan tempat ibadah yang perlu dijaga kesucian, kebersihan dan kenyamanannya.
"Oleh karena itu, kami dengan penuh kesadaran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, kepada seluruh masyarakat, jemaah mesjid, serta pihak yang merasa terganggu atas kejadian tersebut," ujarnya.
Di samping itu, ia juga mengatakan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran agar tidak terulang kembali di kemudian hari.
Pihaknya juga mengaku menghargai setiap masukan dan teguran yang diberikan agar menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Baca: SPPG Rancabungur Minta Maaf soal Viral Cuci Ayam di Kamar Mandi Masjid, Akui Tak Pantas
"Sebagai bentuk tanggungjawab, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati mengambil keputusan, meningkatkan koordinasi serta memastikan bahwa kegiatan serupa tidak akan terulang kembali di area yang tidak semestinya," katanya.
Sebelumnya diberitakan, beredar video petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencuci ayam untuk menu makan bergizi gratis (MBG) di area masjid.
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian tersebut terjadi di salah satu SPPG yang berada di wilayah Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabuparen Bogor.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petugas SPPG mengenakan seragam berwarna biru muda sedang membersihkan ayam di area kamar mandi tempat ibadah.
Mulai dari tempat wudhu hingga WC dijadikan tempat untuk mencuci oleh petugas SPPG yang jumlahnya lebih dari tujuh orang.
Baca: KRISIS PALESTINA JADI PEMBANDING KRITIK MENU MBG! SPPG di Cilacap Ini Banjir Kritik dari Warganet
Kejadian itupun menjadi sorotan terkait penggunaan tempat ibadah dan tingkat higienisnya.
Merespons hal yang ramai menjadi perbincangan itu, Kepala SPPG Bantarjaya 02, Wahyudi mengklarifikasi kejadian tersebut.
Ia mengklaim bahwa penggunaan sarana ibadah sebagai tempat untuk membersihkan bahan menu MBG telah berkoordinasi dengan pengurus.
"Kejadian tersebut terjadi dalam kondisi yang mendesak, sebelumnya kami telah berkoordinasi dan mendapatkan izin dari pihak RW serta DKM setempat," ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Meski begitu, ia memastikan bahwa usai menggunakan tempat tersebut pihaknya kembali membersihkannya.
"Perlu kami sampaikan juga setelah kegiatan tersebut selesai, area masjid yang digunakan langsung kami bersihkan secara menyeluruh dan untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga," katanya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Akhirnya Kepala SPPG di Bogor Buka Suara Soal Viral Petugasnya Cuci Ayam MBG di Kamar Mandi Masjid
# BUKA SUARA # Kepala SPPG # SPPG # Bogor # Minta Maaf # MBG # Kamar Mandi #
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribunnews Bogor
Terkini Nasional
DEDI MULYADI & NI HYANG Jadi Daya Tarik saat Kirab Mahkota Binokasih Bogor, Warga Histeris
Jumat, 8 Mei 2026
Terkini Nasional
JALAN BATUTULIS PADAT MERAYAP setelah Rombongan Kirab Mahkota Binokasih Lewat Semua
Jumat, 8 Mei 2026
Viral di Medsos
Guru BK SMKN 2 Garut Nangis Minta Maaf seusai Viral, Alasan Potong Rambut Siswi Terkuak
Jumat, 8 Mei 2026
Nasional
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Nama Dirjen Bea Cukai Masuk di Dakwaan Korupsi: Belum Dinonaktifkan
Jumat, 8 Mei 2026
Tribunnews Update
ICW Desak KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Sertifikasi Halal BGN, Kerugian Ditaksir Rp 49,5 M
Kamis, 7 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.