Minggu, 12 April 2026

Mancanegara

Pangkalan IDF Terkepung dan Langit Israel Membara Akibat Hujan Bom Klaster Iran

Jumat, 20 Maret 2026 13:53 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - IRAN kembali meningkatkan intensitas serangan ke Israel dalam operasi True Promise 4 pada Kamis (19/3/2026).

Gelombang rudal dilaporkan menghantam sejumlah wilayah strategis, termasuk Haifa, Galilea, hingga Dataran Tinggi Golan.

Sirene peringatan serangan udara meraung di seluruh Israel utara, menandai serangan kesembilan yang terjadi hanya dalam satu hari.

Petugas medis Israel merespons sejumlah laporan dampak rudal di dekat Haifa, sementara kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa area permukiman.

Dalam eskalasi paling mematikan, sepasang lansia dilaporkan tewas di Ramat Gan akibat serangan rudal bermuatan bom kluster.

Otoritas setempat menyebut korban hanya beberapa detik lagi mencapai bunker perlindungan saat rudal menghantam.

Israel menghadapi sedikitnya empat gelombang serangan rudal dalam delapan jam terakhir, menyebabkan korban luka dan kerusakan luas.

Baca: 97 Tentara Bayaran & Mata-mata Israel-AS Ditangkap Intelijen Iran, Sita 45 Senpi & Amunisi Senjata

Baca: Laka Elf Pemudik Hantam Bus Sinar Jaya di Pantura Brebes hingga Ringsek Parah, 1 Penumpang Terjepit


Dalam serangan itu, Iran mengonfirmasi penggunaan rudal balistik Khorramshahr-4 dan Qadr.

Dua rudal ini disebut mampu membawa submunisi bom kluster, memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga sipil.

Laporan lain menyebut Bandara Internasional Ben Gurion, salah satu pusat penerbangan utama Israel, juga ikut menjadi sasaran serangan.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di beberapa lokasi usai rentetan rudal menghantam.

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyatakan serangan ini merupakan bagian dari operasi balasan terbaru, dengan melibatkan rudal canggih dan drone presisi.

Situasi keamanan di Israel kini berada dalam status siaga tinggi, sementara dunia internasional memperingatkan risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

(*)

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved