Rabu, 15 April 2026

Ngabuburit Asyik

Takjil, Ngabuburit, dan Geliat Ekonomi di Pasar Ramadhan UMP

Kamis, 19 Maret 2026 15:19 WIB
Tribun Jateng

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sore itu, suasana di halaman Universitas Muhammadiyah Purwokerto mulai dipenuhi pengunjung. 

Deretan tenda pedagang berjajar rapi, sementara aroma aneka makanan menggoda selera siapa saja yang melintas. 

Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan kampus tersebut berubah menjadi pusat keramaian baru bagi masyarakat di Banyumas.

Pasar Ramadhan UMKM UMP kembali digelar untuk menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. 

Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini resmi dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto. 

Pembukaan acara juga dihadiri dan dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti.

Rektor UMP, Jebul Suroso, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadhan ini bukan sekadar agenda tahunan kampus. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat sekaligus mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perputaran uang yang lebih besar di tengah masyarakat selama Bulan Ramadhan. 

Warga yang ingin berburu takjil atau mencari hidangan berbuka puasa pun tidak perlu jauh-jauh, cukup datang ke kawasan kampus UMP yang menyediakan beragam pilihan kuliner dan produk UMKM.

Pada tahun ini, sistem transaksi di Pasar Ramadhan UMP juga telah menggunakan teknologi pembayaran digital melalui QRIS dan metode non-tunai (cashless). 

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung sekaligus mendukung digitalisasi transaksi di kalangan pelaku UMKM.

Selain kemudahan transaksi, pihak kampus juga memastikan kualitas produk yang dijual para pedagang. 

Seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi telah melalui proses seleksi, termasuk memastikan kehalalan produk yang dipasarkan.

“Seluruh produk yang dijual telah melalui proses penyaringan, sehingga aspek halal, kualitas, dan kesehatannya lebih terjamin,” ujar Prof Jebul.

Untuk menambah kemeriahan suasana pembukaan, panitia juga menghadirkan pertunjukan barongsai yang menarik perhatian para pengunjung. 

Atraksi tersebut semakin menambah semarak suasana pasar yang sudah ramai sejak sore hari.

Tahun ini, jumlah pedagang yang terlibat tercatat sekitar 350 pelaku UMKM, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. 

Kehadiran ratusan pelaku usaha ini menjadikan Pasar Ramadhan UMP sebagai salah satu etalase produk UMKM terbesar di kawasan Banyumas selama Bulan Ramadhan.

Bagi masyarakat, pasar ini tidak hanya menjadi tempat berburu makanan berbuka puasa, tetapi juga ruang bertemunya pelaku usaha dan konsumen. 

Salah seorang pengunjung, Uges, mengaku terbantu dengan adanya Pasar Ramadhan tersebut.

Ia menilai pilihan makanan yang tersedia sangat beragam dengan harga yang relatif terjangkau. 

Pada kunjungan pertamanya, Uges langsung tertarik membeli cilok dan siomay yang dijual di salah satu stan.

“Baru pertama kali datang ke sini. Pilihannya banyak sekali, jadi tertarik mencoba beberapa makanan,” katanya.

Dengan ratusan pedagang, berbagai pilihan kuliner, serta dukungan sistem pembayaran digital, Pasar Ramadhan UMKM UMP diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi destinasi favorit warga Banyumas untuk berburu takjil sepanjang Bulan Ramadhan.(*)

Program: Ngabuburit Asyik
Editor: VP Magang Zafira Hakim

#ngabuburit #pasarramadhan #ramadhan2026 #kuliner #ump #banyumas #purwokerto

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved