Senin, 13 April 2026

Internasional

AMERIKA KEHILANGAN DATA! Peretas Pro Iran Serang Medis Amerika dan Klaim Curi Puluhan Terabyte Data

Kamis, 12 Maret 2026 19:11 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok hacker atau peretas pro-Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap perusahaan perangkat medis Amerika Serikat, Stryker.

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 170 orang, termasuk banyak siswi sekolah di kota Minab.

Dilansir dari Al Jazeera, kelompok peretas bernama Handala mengaku berhasil mencuri sekitar 50 terabyte data dari sistem perusahaan tersebut.

Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut operasi siber tersebut sebagai “awal babak baru dalam perang siber.”

Klaim Balasan atas Serangan di Minab

Kelompok Handala mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap sekolah di Minab, Iran selatan.

Investigasi Unit Investigasi Digital Al Jazeera terhadap citra satelit menunjukkan sekolah tersebut kemungkinan besar menjadi target serangan secara sengaja.

Jaringan Global Stryker Terganggu

Gangguan jaringan dilaporkan terjadi tak lama setelah tengah malam waktu Pantai Timur AS.

Serangan itu menyebabkan perangkat berbasis Windows yang terhubung ke jaringan Stryker, termasuk laptop dan ponsel, tidak dapat diakses.

Melansir Reuters, Stryker mengonfirmasi adanya gangguan jaringan global pada sistem Microsoft mereka akibat serangan siber.

Perusahaan tersebut menyatakan tidak menemukan indikasi adanya ransomware atau malware dan meyakini insiden itu telah berhasil dikendalikan.

Sejumlah staf perusahaan juga melaporkan bahwa logo kelompok Handala muncul di halaman login sistem perusahaan.

Stryker dan Klaim Serangan Lain

Didirikan di Kalamazoo, Michigan, Stryker merupakan salah satu perusahaan teknologi medis terbesar di dunia dengan sekitar 56.000 karyawan.

Perusahaan itu mencatat pendapatan lebih dari 25 miliar dolar AS pada 2025 dan produknya digunakan oleh lebih dari 150 juta pasien setiap tahun di 61 negara.

Menurut laporan Agence France-Presse, kelompok Handala juga mengklaim melakukan serangan terhadap perusahaan pembayaran elektronik Verifone.

Namun Verifone menyatakan tidak menemukan bukti gangguan pada sistem mereka dan layanan kepada klien tetap berjalan normal.

Ancaman Perang Siber

Serangan ini terjadi ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat konflik Iran dengan AS dan Israel.

Baca: JANGAN MACAM-MACAM KE IRAN! Warga Israel AS Dipukuli Sekelompok Pria di Resto California

Baca: Rusia Diduga Bantu Iran Pakai Rudal & Drone Canggih untuk Gempur Situs Militer AS

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Balas Serangan AS-Israel, Hacker Pro-Iran Serang Raksasa Medis AS Stryker, Klaim Rampas 50 TB Data

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved