Kamis, 9 April 2026

Tribunnews WIKI

Garuda Pancasila, Lambang Negara Indonesia

Sabtu, 17 Agustus 2019 09:21 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda).

Burung garuda tersebut membawa perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada bagian leher.

Kaki burung Garuda mencengkram pita putih bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Lambang negara Indonesia dirancang oleh Syarif Hamid dari Pontianak, dan disempurnakan oleh Ir. Soekarno.

Garuda Pancasila diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara Indonesia pertama kali pada sidang kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 11 Februari 1950.

Penggunaan lambang negara Indonesia Garuda Pancasila diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Burung Garuda sering ditemui dalam bentuk arca dan atau relief di berbagai candi kuno di Indonesia, seperti Prambanan, Mendut, Sojiwan, Penataran, Belahan, Sukuh dan Cetho.

Garuda muncul dalam berbagai cerita rakyat Indonesia terutama di Jawa dan Bali sebagai lambang kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin.

Di Bali, Garuda dimuliakan sebagai tuan segala makhluk yang dapat terbang dan raja agung para burung, serta dianggap menuruni sifat sang tuan, Wishnu dalam menjaga tatanan alam semesta.

Dirancang Syarif Hamid

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar pada 1959.

Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara baru memerlukan sebuah lambang sebagai simbol negara.

Pada 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara.

Muhammad Yamin ditetapkan sebagai ketua, sementara Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbacaraka sebagai anggota.

Panitia tersebut bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Dua rancangan lambang negara terbaik terpilih, yaitu karya milik Syarif Hamid dan dan karya M Yamin.

Penyempurnaan lambang negara terus dilakukan oleh Syarif Hamid bersama Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.

Penyempurnaan tersebut diantaranya mengganti pita yang dicengkeram Garuda yang semula berwarna merah putih menjadi pita putih.

Pita tersebut juga diberi tambahan tulisan Bhineka Tunggal Ika.

Partai Masyumi juga memberikan aspirasi mengenai penggantian tangan dan bahu manusia yang memegang perisai karena bersifat mitologis.

Syarif Hamid kembali melakukan perbaikan, dan akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada 11 Februari 1950.

Ir. Sukarno memperkenalkan lambang negara untuk pertama kalinya di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.

Pada 20 Maret 1950 Ir. Sukarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut dengan perbaikan baru.

Perbaikan tersebut adalah penambahan jambul dan perubahan posisi cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita.

Ir. Sukarno menganggap burung Garuda yang gundul terlihat seperti Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat.

Untuk terakhir kalinya Syarif Hamid menyelesaikan penyempurnaan final gambar lambang negara dengan menambah skala ukuran dan tata warna.

Rancangan Garuda Pancasila terakhir tersebut kemudian dibuat menjadi patung besar terbuat dari perunggu berlapis emas.

Patung tersebut hingga kini disimpan dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai acuan lambang negara Republik Indonesia hingga sekarang.

Burung Garuda

Garuda Pancasila adalah burung Garuda yang dikenal sebagai kendaraan Wishnu yang menyerupai burung Rajawali.

Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bangsa Indonesia yang besar dan kuat.

Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.

Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.

Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitu :

  1. 17 helai bulu pada masing-masing sayap
  2. 8 helai bulu pada ekor
  3. 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
  4. 45 helai bulu di leher
  5. Perisai putih

Perisai atau tameng adalah bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.

Di tengah-tengah perisai terdapat garis hitam tebal sebagai tanda lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.

Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia yaitu merah dan putih.

Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam.

Di dalam perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila.

Pengaturan lambang pada ruang perisai adalah :

1. Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam.

Latar berwarna hitam melambangkan warna alam yang asli dan sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.

2. Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai berlatar merah.

Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan lingkaran melambangkan perempuan.

Mata rantai yang saling berkait melambangkan bahwa setiap manusia membutuhkan satu sama lain dan persatuan akan membuat manusia menjadi kuat seperti sebuah rantai.

3. Sila Ketiga

Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih.

Pohon beringin merupakan pohon besar yang dapat digunakan sebagai tempat berteduh.

Hal tersebut difilosofikan menjadi rakyat Indonesia dapat berteduh di bawah naungan Negara Indonesia.

Pohon beringin juga memiliki sulur dan akar yang menjalar ke segala arah.

Hal tersebut memiliki filosofi keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

4. Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah.

Kepala banteng memiliki filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul.

Demikian juga dengan adanya musyawarah masyarakat dapat berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan.

5. Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

Padi dan kapas merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yaitu pangan dan sandang.

Pangan dan sandang merupak syarat utama untuk mencapai kemakmuran, sesuai dengan tujuan utama dari sila kelima.

Bhinneka Tunggal Ika

Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan 'Bhinneka Tunggal Ika' berwarna hitam.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular.

Bhinneka berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata tunggal berarti satu, kata Ika berarti itu.

Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan sebaga 'Beraneka Satu Itu'.

Kata tersebut memiliki makna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan.

Semboyan tersebut digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Lagu

Garuda Pancasila juga terdapat dalam lirik lagu Mars Pancasila yang diciptakan oleh Sudharnoto.

Berikut lirik lagu Mars Pancasila:

Garuda Pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Magi)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: 17 Agustus Garuda Pancasila

ARTIKEL POPULER:

Baca: Live Streaming Upacara Pengibaran Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Istana Negara

Baca: Jan Ethes Ogah Ikut Lomba Makan Kerupuk dan Hanya Memandangi Kerupuknya

Baca: Profil Charlie Puth, Penyanyi dan Penulis Lagu

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved