Konflik Timur Tengah
Perundingan Nuklir AS-Iran Buntu, Trump Respons Keras Ancaman Operasi Militer
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap Iran setelah perundingan terbaru mengenai program nuklir berakhir tanpa kesepakatan.
Trump menegaskan dirinya belum mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan terhadap negara tersebut.
Ia mengaku kecewa karena negosiasi tidak menghasilkan komitmen yang diharapkan Washington.
"Saya tidak senang dengan fakta bahwa mereka tidak bersedia memberikan apa yang harus kami miliki. Jadi saya tidak puas," kata Trump yang dilansir dari BBC.
Meski demikian, Trump menegaskan tidak ingin menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Namun, ia menyebut dalam kondisi tertentu langkah tersebut bisa saja diambil.
"Tetapi terkadang Anda memang harus melakukannya," ujarnya.
Baca: BREAKING NEWS: Detik-detik Rudal Israel Serang Iran, Serangan Zionis Hantam Wilayah Jamhouri Teheran
Negara-Negara Keluarkan Peringatan:
Ketegangan ini memicu kekhawatiran global. Sejumlah negara langsung mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warganya di kawasan Timur Tengah.
Inggris dilaporkan menarik sementara staf dari kedutaannya di Teheran.
Pemerintah Inggris juga memperbarui panduan perjalanan dengan menyarankan warganya tidak bepergian ke Israel kecuali untuk keperluan mendesak.
China, India, dan Kanada meminta warga negaranya segera meninggalkan Iran karena meningkatnya potensi konflik.
Jerman secara mendesak memperingatkan agar tidak bepergian ke Israel, sementara Prancis kembali menegaskan imbauan serupa.
Pemerintah AS juga mendesak warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Kedutaan Besar AS di Israel bahkan memberi tahu sebagian staf non-darurat dan keluarganya bahwa mereka dapat meninggalkan wilayah itu selama penerbangan komersial masih tersedia.
Baca: Momen Mahasiswa UI Usir Massa Tandingan yang Bela Polisi saat Demo di Mabes Polri: Kalian Dibayar!
Ancaman Militer dan Respons Iran:
Sebelumnya, Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Teheran jika tidak tercapai kesepakatan terkait ambisi nuklir Iran. Ia juga memerintahkan pengerahan militer AS terbesar di Timur Tengah sejak invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003.
Di sisi lain, Iran bersumpah akan membalas dengan kekuatan jika diserang.
Washington dan sekutunya mencurigai Iran tengah menuju pengembangan senjata nuklir.
Namun Teheran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai dan sipil, meski telah memperkaya uranium hingga mendekati level yang dapat digunakan untuk senjata.
Selengkapnya:
https://www.tribunnews.com/internasional/7797726/respons-keras-donald-trump-usai-perundingan-nuklir-asiran-buntu-ancaman-operasi-militer-mengintai?utm_content=headline-primary&utm_medium=widget-homepage&utm_source=www.tribunnews.com
#beritaviral #kabarterkini #Iran #AmerikaTakutNuklirIran #PerundinganAsdanIran #Nuklir #PerangNuklir #IranAmerkaSerikat #perangtimurtengah #konfliktimurtengah #DonaldTrump #PerangSumberDaya #Geopolitik #BeritaInternasional #KonflikRegional
Video Production: Bayu Pratama
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Israel vs Iran: Trump Tantang Inggris Cari Minyak di Hormuz, Kapal Malaysia Bebas Tarif
Selasa, 31 Maret 2026
Houthi Bela Iran & Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Terancam Kacau
Selasa, 31 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Perlakuan Spesial, Iran Bebaskan Tarif untuk Kapal Malaysia di Selat Hormuz karena Dianggap Sahabat
Selasa, 31 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Israel Tengah Membara, Serangan Rudal Iran Hanguskan Kendaraan hingga Hancurkan Rumah Warga
Selasa, 31 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Ribuan Pasukan Udara Elite AS Beraksi! Drone Iran Bakar Tanker Kuwait
Selasa, 31 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.