Dokter Piprim Dipecat Menkes: Rezeki Datang dari Allah Bukan dari Menkes | SAKSI KATA
TRIBUN-VIDEO – Tangis pecah saat Dokter Anak Piprim Basarah Yanuarso menyebut satu hal yang paling menyakitkan dari pemecatan dirinya sebagai Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan.
Bukan soal kehilangan status sebagai ASN.
Bukan pula soal jabatan.
Yang membuatnya terpukul adalah harus berpisah dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) — tempat ia mengabdi selama 28 tahun, membangun karier, merawat pasien anak, dan mendidik calon dokter spesialis jantung anak.
“Sebetulnya lebih spesifik lagi, saya itu ingin kerja sampai mati di RSCM. Sampai pensiun,” kata dosen FKUI tersebut saat wawancara eksklusif Bersama Tribun Network di kantor IDAI, Salemba, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Bagi dr Piprim, RSCM bukan sekadar tempat kerja. Itu adalah rumah kedua. Tempat ia merawat anak-anak dari keluarga miskin dan daerah terpencil, serta menemukan kebahagiaan sebagai pengajar.
“Saya berpisah dengan pasien yang miskin, yang terlantar dari luar daerah. Saya harus kehilangan kesempatan mengobati mereka. Itu yang saya sedih,” ujarnya dengan nada lirih.
Di tengah dukungan rekan sejawat dan mahasiswa, Ketua IDAI itu mengaku tetap tegar.
Baginya, persoalan ini lebih besar dari sekadar pemecatan—melainkan menyangkut integritas dan independensi profesi kedokteran.
Lalu, mengapa dr Piprim tidak masuk kerja selama 28 hari setelah dimutasi ke RSUP Fatmawati?
Benarkah RSUP Fatmawati kekurangan dokter spesialis jantung anak?
Mengapa solusi “win-win” yang ia tawarkan ditolak?
Dan isu besar apa yang menurutnya jauh lebih penting daripada pemecatan dirinya?
Saksikan wawancara eksklusif dan penjelasan lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!
Sumber: Tribunnews.com
Saksi Kata
Gerobak Bakso Tiba-tiba Terbang! Detik-detik Puting Beliung di Bandung
Selasa, 7 April 2026
Saksi Kata
Mercon Dibeli Online Tewaskan Bocah di Semarang, Warga Kaget Dentuman Sangat Keras saat Tengah Malam
Kamis, 2 April 2026
Saksi Kata
Ledakan Dahsyat di Tegallega Bogor! Balita 1 Tahun Jadi Korban, Kronologi Bikin Merinding
Selasa, 31 Maret 2026
Saksi Kata
Dari Hadiah Jadi Petaka! Cerita Haru Kakak Korban Pembunuhan di Sikka
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.