Berita Terkini
Waspada Super Flu H3N2: Lebih Parah dari Flu Biasa, Bisa Picu Demam Tinggi dan Sesak Napas
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Istilah "Super Flu" kini tengah menjadi sorotan karena dinilai lebih agresif dibandingkan flu musiman biasa. Ahli Kesehatan menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan merebaknya virus Influenza tipe A, khususnya subtipe H3N2 atau yang secara teknis disebut subclade K. Virus ini dikenal lebih sering menyebabkan gejala yang parah pada manusia dibandingkan jenis influenza lainnya.
Perbedaan mendasar antara Super Flu dengan flu biasa terletak pada tingkat keparahannya. Virus H3N2 ini memiliki risiko fatalitas yang lebih tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia di atas 65 tahun dan anak-anak di bawah usia 2 tahun. Berdasarkan data kesehatan, sekitar 10 persen lansia yang terinfeksi virus ini dilaporkan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat komplikasi yang ditimbulkan.
Baca: Kasus Superflu Nihil di Maluku Tengah, Kadinkes Tetap Imbau Warga Hidup Bersih dan Sehat
Ciri khas dari Super Flu ini adalah demam tinggi yang bisa mencapai angka 40 derajat Celcius. Selain itu, penderita biasanya mengalami batuk produktif yang terjadi terus-menerus dalam waktu lama, disertai nyeri tenggorokan hebat hingga menyebabkan suara menjadi parau. Gejala ini seringkali diikuti dengan nyeri badan, sakit kepala, dan hidung beringus yang jauh lebih mengganggu dibandingkan infeksi influenza pada umumnya.
Pada kasus yang lebih berat, pasien dapat mengalami sesak napas dan fluktuasi kadar oksigen dalam darah, mirip dengan gejala yang ditemukan pada pasien Covid-19. Kondisi ini sangat berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Ahli mengingatkan bahwa virus influenza terus bermutasi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai gangguan pernapasan.
Penerapan pola hidup sehat dan perlindungan diri di tempat umum tetap menjadi langkah pencegahan utama guna memutus rantai penularan virus yang bermutasi dengan cepat ini.
(Tribun-Video.com/Tribunnews)
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Perbedaan Flu Biasa dan Influenza: Pakar Klaim Gejalanya Mirip, Risiko Bisa Berujung Kematian
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Ria Ricis Ungkap Biaya Oplas Hidung Capai Ratusan Juta, Akui Ada Masalah Kesehatan Menahun
Senin, 4 Mei 2026
HEALTHY TALK
BEAUTY HEALTH: Muncul Noda dan Perubahan Warna pada Gigi?Jangan Panik, Ini Cara Mengatasinya
Kamis, 30 April 2026
Kesehatan
Nyeri saat Hamil Besar, Kenali Hip Sciatica yang Dialami Alyssa Daguise usai Resepsi El-Syifa
Rabu, 29 April 2026
LIVE UPDATE
157 Nakes PPPK di Beltim Terancam Tak Diperpanjang, Layanan Berpotensi Terdampak
Rabu, 29 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.