Jumat, 10 April 2026

Terkini Nasional

Roy Tuding Jokowi Mainkan Politik Devide et Impera, Pecah Para Pengkritik Lewat Restorative Justice

Rabu, 21 Januari 2026 12:00 WIB
Tribun Jambi

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Aroma politik 'adu domba' atau devide et impera kini mewarnai sengketa hukum ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.

Kuasa hukum Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin, secara terbuka menuding Jokowi tengah memainkan strategi pecah belah klasik untuk melumpuhkan pihak-pihak yang vokal mempertanyakan keabsahan dokumen pendidikannya.

Ahmad menilai, langkah Jokowi yang merangkul sebagian tersangka melalui perdamaian sementara tetap memidanakan yang lain adalah bukti nyata kelicikan politik demi mempertahankan kuasa.

Solo Disebut Kendalikan Netralitas Kepolisian

Dalam keterangannya di program Kompas Petang (18/1/2026), Ahmad Khozinudin melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Polda Metro Jaya.

Baca: Detik-detik Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Helikopter di Lampeso untuk Diidentifikasi

Ia menganggap kepolisian tidak lagi berdiri di atas asas rule of law, melainkan bergerak di bawah kendali arahan dari Solo.

"Kami sangat sayangkan kinerja kepolisian ternyata tidak berdiri tegak di atas asas dan rule of law... akan tetapi mengikuti arahan dan kendali Solo," tegas Ahmad.

Ia memaparkan bukti ketidaknetralan tersebut dari diabaikannya hasil gelar perkara khusus pada 15 Desember 2025.

Seharusnya, penyidik memanggil saksi dan ahli yang meringankan para tersangka.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya: penyidik mempercepat pelimpahan berkas Roy Suryo cs ke Kejaksaan sambil memberikan "hadiah" berupa Restorative Justice (RJ) kepada pihak lain.

Politik Belah Bambu: Hadiah vs Penjara

Ahmad menyebut strategi pecah belah ini sangat sempurna.

Baca: Iran Tuduh AS-Israel Dalangi Serangan Terbaru, Araghchi: Bagian dari Proyek Intelijen Terkoordinasi

Di satu sisi, kubu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis diberikan SP3 setelah melakukan pertemuan di Solo.

Di sisi lain, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa—yang dianggap konsisten menentang kezaliman—terus ditekan dengan proses pidana.

"Memang benar, sedang, telah, dan akan terus terjadi strategi pecah belah dari kubu Jokowi yang mengonfirmasi kelicikan sekaligus pengecutan saudara Joko Widodo dalam perkara ini."

"Karena dia tidak berani menghadapi sendiri, tapi selain melibatkan banyak pihak untuk pelapor sebagai bagian tubuh Jokowi juga memecah memecah belah perjuangan," ujar Ahmad.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Kuasa Hukum Roy Suryo Tuding Jokowi Jalankan Strategi Devide et Impera, Pecah Belah Pejuang Ijazah

#Restorative Justice #Devide et Impera #ijazah #roy suryo

Editor: winda rahmawati
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Tribun Jambi

Tags
   #Roy Suryo   #Restorative Justice   #adu domba   #polisi   #politik

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved