Selasa, 28 April 2026

Tribunnews WIKI

Film Sang Kiai - Film Indonesia

Sabtu, 3 Agustus 2019 19:22 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Film 'Sang Kiai' rilis pada 30 Mei 2013 dan disutradarai oleh Rako Prijanto.

'Sang Kiai' mengambil latar 1942 saat Jepang menjajah Indonesia.

Beberapa kiai di Jawa Timur ditangkap karena dianggap melakukan perlawanan, termasuk KH Hasyim Asyari pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Penangkapan KH Hasyim Asyari membuat situasi pesantren menjadi kacau.

Istri Kiai Hasyim Asyari kemudian diungsikan ke daerah Denaran.

Sahabat Kiai Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan Wahab Hasbullah meminta agar Hasyim Asyari dibebaskan.

Karena permintaannya tidak dikabulkan, kedua sahabat tersebut kemudian meminta bantuan Hamid Ono, orang Jepang kenalan keluarganya.

Sementara itu, di Jakarta digelar pertemuan NU dengan agenda membebaskan para kiai.

Setelah kejadian penangkapan sang kiai tersebut, sebagian santri di Tebu Ireng memilih untuk hengkang.

Sedangkan dua santri yang mengikuti KH Hasyim Asyari ketika ditangkap harus mengalami nasib tragis.

Kamid ditembak mati oleh tentara Jepang dan Harus ikut para militan untuk memerangi Jepang.

Jepang pun membebaskan para kiai termasuk KH Hasyim Asyari.

Bahkan Jepang memilih KH Hasyim Asyari untuk menjadi Ketua Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dengan harapan dapat diajak bekerja sama.

Namun KH Hasyim Asyari melimpahkan jabatan tersebut pada KH Wahid Hasyim karena lebih memilih menetap di Tebu Ireng.

Melalui Masyumi, Jepang meminta rakyat agar melipatgandakan hasil bumi dengan pendekatan ceramah di masjid.

Harun yang merasa bahwa Masyumi berpihak pada Jepang menanyakan perkara tersebut pada KH Hasyim Asyari.

KH Hasyim Asyari memberi jawaban bahwa Masyumi hanya berpihak pada para pembesar yang adil.

Mendengar jawaban Hasyim Asyari, Harun pun kecewa dan memilih untuk keluar dari lingkup pesantren.

KH Hasyim Asyari kemudian dipilih Jepang untuk merangkap jabatan sebagai Ketua Masyumi sekaligus ketua Shumubu, departemen agama pada masa penjajahan Jepang.

Akhirnya, KH Hasyim Asyari memanfaatkan jabatan tersebut untuk berjuang lewat dalam.

Pemeran

  • Adipati Dolken sebagai Harun
  • Ikranagara sebagai KH Hasyim Asy'ari
  • Christine Hakim sebagai Nyai Kapu
  • Agus Kuncoro sebagai KH Wahid Hasyim
  • Setyo Adi sebagai M. Mangundiprojo
  • Dimas Aditya sebagai Hamzah
  • Norman R. Akyuwen sebagai Kang Solichin
  • Richard Alino sebagai Husein Djajadiningrat
  • Uval Aulia sebagai Istri KH Wahid Hasyim
  • Haidar Baswedan sebagai TD Kundan
  • Christoper Briggs sebagai Kapten Shaw
  • Martin Brown sebagai Kapten Laughland
  • Iang Darmawan sebagai KH Zainal Mustafa
  • Meriza Febriani sebagai Sari
  • Hasan sebagai Mas Mansyur
  • Reza Hidayat sebagai Saifuddin Zuhri
  • Royhan Hidayat sebagai Khamid
  • Wisnu Adji Hidayat sebagai Ahmad Fathoni
  • Damien Joseph sebagai Kapten RC Smith
  • Ayez Kassar sebagai Baidhowi
  • Husni Wardana sebagai KH Mahfudz Siddiq
  • Dayat Simbaia sebagai KH Yusuf Hasyim
  • Boy Permana sebagai KH Karim Hasyim (2)

Penghargaan

  • 2013: Pemenang Piala Citra kategori Best Film
  • 2013: Pemenang Piala Citra kategori Best Director (Rako Prijanto)
  • 2013: Pemenang Piala Citra kategori Best Supporting Actor (Adipati Dolken)
  • 2013: Pemenang Piala Citra kategori Best Sound
  • 2013: Nominasi Piala Citra kategori Best Actor (Ikranagara)
  • 2013: Nominasi Piala Citra kategori Best Supporting Actress (Meriza Febriani)
  • 2013: Nominasi Piala Citra kategori Best Art Direction (Frans Paat)
  • 2013: Nominasi Piala Citra kategori Best Original Score (Aghi Narottama)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Film Terpuji
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Pemeran Utama Pria Terpuji (Ikranagara)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Pemeran Pembantu Pria Terpuji (Adipati Dolken)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Sutradara Terpuji (Rako Prijanto)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Editor Terpuji (Cesa David Luckmansyah)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Penata Kamera Terpuji (Muhammad Firdaus)
  • 2014: Nominasi Festival Film Bandung kategori Penata Artistik Terpuji (Frans XR Paat)

(TribunnewsWiki.com/Yonas)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Sinopsis Film Fast & Furious: Hobbs & Shaw yang Sedang Tayang di Bioskop Indonesia

Baca: Rumah Merah Putih, Film Pertama dari Trilogi Perbatasan

Baca: Film Jenderal Soedirman - Film tentang Jenderal Termuda Indonesia

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved