Bertema 'Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya', Kongres V PDIP Siap di Laksanakan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUN-VIDEO.COM - PDI Perjuangan siap melaksanakan kongres V yang akan digelar pada 8-10 Agustus 2019 di Bali, mendatang.
Sebab agenda prakongres, yakni pelaksanaan konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) di seluruh wilayah di Indonesia sudah diselesaikan.
Konferda maupun konfercab merupakan semacam kongres di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Artinya, sebelum ketua umum dan pengurus pusat baru dibentuk di kongres nanti, maka jajaran pengurus propinsi dan kabupaten harus terlebih dulu dipilih.
Di tiap ajang itu, dilakukan juga evaluasi, konsolidasi, dan sinkronisasi program yang akan dibawa ke kongres nanti.
Sekretaris PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, konferda di 33 propinsi dan konfercab di 514 kabupaten kota telah diselesaikan. Tinggal Propinsi Aceh yang akan melaksanakannya pada 3 Agustus mendatang.
"Kenapa Aceh terlambat itu karena kami kedepankan semangat untuk merangkul tokoh masyarakat. Bahkan di Aceh kita menemukan tokoh yang punya militansi. Di sana kami menemukan bahwa GAM itu adalah Gerakan Anak Megawati, itu pada saat pergerakan pemerintahan Orde Baru," kata Hasto saat jumpa pers persiapan Kongres V PDIP di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).
Senada, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang organisasi, Djarot Saiful Hidayat, menambahkan PDIP Aceh terlebih dahulu melakukan pembekalan sebelum konsolidasi organisasi dilaksanakan. Itu sebabnya Konferda dan Konfercab mundur.
Meski begitu, Hasto memastikan persiapan kongres partai sudah selesai dan siap untuk dilaksanakan di Bali.
"Kongres V PDI Perjuangan siap dilaksanakan dengan tema 'Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya, dengan sub tema Mewujudkan PDI Perjuangan sebagai partai pelopor," ungkap Hasto.
Tema ini mengandung makna bahwa soliditas partai melalui langkah kaderisasi kepemimpinan partai secara kelembagaan dan sistemik telah membangun kesadaran ideologi Pancasila, kesadaran politik untuk memberikan dedikasi bagi rakyat bangsa dan negara.
Selain itu, kesadaran organisasi partai untuk terus mengedepankan kepentingan kolektif dan semangat gotong royong daripada kepentingan orang perorang dan kelompok. Dan kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat.
"Soliditas bergerak bersifat aktif dan progresif guna menegaskan tujuan berpartai sebagai penerang dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia," jelansya.
Kongres juga dilaksanakan sebagai bagian dari perwujudan agenda strategis PDI Perjuangan sebagai pengusung utama pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin. Kata Hasto, tidak ada daerah yang merupakan basis PDIP yang tidak memenangkan pasangan itu.
PDIP mencatat, rata-rata kemenangan Jokowi-Ma'ruf adalah 69 persen di 113 DPD PDIP tingkat II.
"Tentu ada peran partai lain, tapi PDI Perjuangan paling solid dalam memberikan dukungan itu," tutup Hasto.(*)
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Videografer: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Sekjen PDIP Hasto Klaim Soekarno Bisa Membantu Memerdekakan Palestina jika Tak Dilengserkan
Kamis, 12 Maret 2026
Dapat Restu dari Jokowi, Nina Bachtiar Mantap Menyeberang dari PDIP ke PSI
Kamis, 26 Februari 2026
Live Update
Respons Isu Ekologi, PDIP Gelar Penanaman Massal di Embung Giwangan, Sekjen Hasto Turun Langsung
Senin, 16 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.