Tribunnews Update
Kasus Keracunan Kembali Terulang, Pejabat: Program MBG Tidak Perlu Dihentikan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah pejabat pemerintahan telah menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan di tengah masih terjadinya kasus keracunan massal di sejumlah daerah di Indonesia.
MBG sendiri merupakan program unggulan yang dibanggakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Baca: Sosok Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN yang Menangis Minta Maaf atas Kasus Siswa Keracunan Menu MBG
Program ini dimulai sejak 6 Januari 2025 dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik pada jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan SLB di seluruh Indonesia untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif demi mendukung visi “Generasi Emas 2045.”
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, program MBG diwarnai sederet kasus keracunan yang dialami para siswa di sekolah-sekolah di berbagai daerah.
Adapun Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari telah menyampaikan update terbaru tentang data jumlah kasus dan siswa keracunan program MBG.
Baca: Wakil Kepala BGN Ungkap Alasan Keracunan MBG: Masak Lebih Dulu dari Jadwal yang Sudah Ditentukan
Data yang dihimpun oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masing-masing menunjukkan lebih dari 5.000 orang penderita keracunan.
“Saya punya data yang disiapkan oleh Kedeputian III KSP. Jadi ada data dari tiga lembaga sebagai berikut. [Data] BGN, 46 kasus keracunan, dengan jumlah penderita 5.080, ini data per 17 September. Dari Kemenkes, 60 kasus dengan 5.207 penderita, data 16 September. Kemudian BPOM, 55 kasus dengan 5.320 penderita, data per 10 September 2025,” ujar Qodari di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Qodari menjelaskan, Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi yang paling banyak terjadi kasus keracunan MBG.
Baca: Penyebab Keracunan MBG Diduga karena Dimasak Lebih Awal dari Jadwal, Wakil Ketua BGN: Alasan Ngantuk
“Puncak kejadian tertinggi pada bulan Agustus 2025 dengan sebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Sementara itu, memasuki pekan keempat September 2025, muncul laporan keracunan MBG dengan jumlah korban yang terbilang besar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Bahkan, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kasus keracunan menu MBG sangat tinggi di daerahnya.
Maraknya kasus keracunan membuat sejumlah pihak mendesak agar program MBG dihentikan sementara untuk dievaluasi lagi secara mendalam, seperti koalisi masyarakat sipil, peneliti, lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Baca: Momen Wakil Kepala BGN Nanik Deyang Menangis Minta Maaf soal Maraknya Kasus Pelajar Keracunan MBG
Namun, sejumlah pejabat pemerintah tidak setuju dan menyatakan bahwa program MBG akan tetap berlanjut. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Keracunan Terus Terjadi, 3 Pejabat Masih Tegas MBG Tidak Perlu Dihentikan
# TRIBUNNEWS UPDATE # Prabowo # makan bergizi gratis # MBG # keracunan
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Sindiran Connie Bakrie ke Prabowo soal 3 TNI Gugur di Lebanon: Kalau Dibilangin Gak Pernah Percaya
Kamis, 2 April 2026
Terkini Nasional
Lawatan Presiden Prabowo ke Korea Selatan Diklaim Mampu Hasilkan MoU Senilai Rp173 Triliun
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Netanyahu Tanggapi Trump soal Uranium Iran, Klaim Israel Lumpuhkan Kemampuan Nuklir Teheran
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Trump Teken RUU Ketatkan Pemungutan Suara Pos, Sebut Kecurangan Jadi Satu-satunya Cara Lawan Menang
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Pentagon Ungkap Keberhasilan Militer AS: 11.000 Target Iran Dihancurkan saat di Minggu Kelima Perang
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.