Jumat, 10 April 2026

Robot Humanoid dan Robot K9 Karya Anak Bangsa Akan Bantu Tugas Kepolisian

Senin, 30 Juni 2025 19:29 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO - Jelang peringatan Hari Bhayangkara ke‑79 pada 1 Juli 2025 mendatang masyarakat dihebohkan dengan kehadiran robot polisi yang dihadirkan  dalam persiapan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Sejak Selasa (24/6/2025), puluhan robot canggih ini telah mengikuti gladi kotor dan menarik perhatian warga yang tengah beraktivitas di area Monas.

Robot itu mulai dari robot humanoid, robot dog, robot tank, ropi, hingga robot agriculture.

Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyatakan robot Polri ini sebagai bentuk modernisasi Polri. 

Menurutnya, kepolisian di negara-negara maju sudah mulai menggunakan robot.

Bahkan beberapa negara di kawasan Asean telah bersiap untuk menggunakan robot dalam rangka memaksimalkan kinerja.

Polri, disebut Sandi, tengah berupaya adaptif dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin maju.

Di samping itu, kolaborasi dengan komponen anak bangsa menjadi hal yang diutamakan Polri.

Lalu, pengembangan robot juga disebut sejalan dengan penguatan SDM, sains, dan teknologi yang termaktub dalam Asta Cita Presiden.

"Tahun 2030 'wajah' kepolisian di sejumlah negara akan diwarnai kehadiran robot-robot yang dinilai efektif untuk tugas kepolisian.

Thailand sudah memperkenalkan robot humanoidnya, Dubai sudah men-declare juga soal pemanfaatan robot untuk membantu tugas-tugas kepolisian.

Bahkan Cina sudah uji coba robot polisi untuk patroli. Singapura mengembangkan kecoak cyborg untuk kegiatan SAR (search and rescue)," tuturnya.

"Memang di kita masih awam, Hari Bhayangkara menjadi momen pertama Polri memperkenalkan robot-robot ini," imbuhnya.

Sandi pun mengatakan robot ini sudah dibahas dalam rencana strategis Polri tahun 2025 hingga 2045.

Bahkan untuk anggaran tahun 2026, Polri telah memasukan pengadaan robodog.

"Renstra Polri 2025 sd 2045 tentang penggunaan robot dalam membantu tugas-tugas Polri sudah ada. Tahun 2026 sudah dianggarkan untuk robodog, kegunaan sama dengan K9, untuk mendeteksi bahan-bahan dan benda-benda berbahaya, namun lebih efektif karena tidak perlu kita beri makan setiap hari, tidak perlu proses latihan dengan tenaga pawang, tahan cuaca ekstrem dan sebagainya," ungkapnya.

Kemudian, Sandi mengatakan salah satu fungsi robot humanoid yakni efektif untuk teknologi pemindaian wajah dan pemantauan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. 

Sandi juga menyebutkan bahwa robot tersebut dapat lebih dinamis karena memiliki kemampuan bergerak bebas dan pandangan 360 derajat.

"Untuk robot humanoid hampir sama, untuk melakukan scanning, identifikasi biometrik Polri, pengenalan wajah di tempat-tempat keramaian, dan untuk pemantauan pada jalur-jalur rawan pelanggaran lalu lintas. Seperti saya sampaikan, robot tersebut sudah dipakai oleh Kepolisian China untuk membantu patroli kepolisian, Dubai juga sudah menggunakan robot untuk memberikan pelayanan perpanjangan SIM dan lainnya," tuturnya.

Polri juga berharap robot-robot dapat berfungsi untuk pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai atau area bencana, penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan, pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran. (*)

 

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved