Minggu, 12 April 2026

Local Experience

Mengenal Puputan Badung, Perlawanan Raja Bali terhadap Belanda

Jumat, 27 Juni 2025 16:55 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Puputan Badung merupakan salah satu perlawanan raja-raja Bali terhadap Belanda. Puputan Badung adalah pertempuran habis-habisan Kerajaan Badung.

Istilah Puputan sendiri berasal dari kata "puput" yang berarti selesa, habis, atau mati. Puputan Badung menjadi salah satu perang puputan melawan ambisi Belanda menguasai Bali seutuhnya.

Peristiwa ini berawal dari insiden pada Mei tahun 1904, ketika kapal dagang milik seorang pedagang Tionghoa, Kwee Tek Tjiang, terdampar di pantai Sanur. Ia mengklaim kehilangan sejumlah besar uang dan menuntut ganti rugi dari Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, yang menolak tuduhan tersebut karena percaya pada kejujuran rakyatnya.

Setelah Raja Badung menolak tuntutan ganti rugi dari Kwee Tek Tjiang, pemerintah kolonial Belanda mulai menerapkan tekanan ekonomi dan militer. Ketegangan terus meningkat hingga akhirnya Belanda melancarkan serangan pada September 1906, yang memicu keputusan rakyat Badung untuk melakukan puputan, perlawanan hingga titik darah penghabisan.

Puputan Badung menjadi simbol keberanian dan keteguhan rakyat Bali dalam mempertahankan tanah mereka dari kolonialisme.
(Kompas.com/ Lukman Hadi Subroto & Widya Lestari Ningsih)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Puputan Badung: Perang Total Melawan Ekspansi Belanda di Bali

Program: Local Experience
Editor Video: Faiz Fadhilah

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Faiz Fadhilah
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Local Experience   #Puputan Badung   #Bali

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved