Jumat, 10 April 2026

Local Experience

Mengenal Bedhaya Ketawang: Antara Ritual dan Keindahan Gerak

Minggu, 22 Juni 2025 14:48 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Tari bedhaya ketawang adalah tarian sakral dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo.

Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian kebesaran yang hanya dipertunjukan saat penobatan serta peringatan kenaikan takhta raja.

Nama Bedhaya Ketawang berasal dari kata bedhaya yang berarti penari wanita di istana dan ketawang berarti langit atau mendung di langit. Kata ketawang melambangkan suatu yang tinggi, suci, dan tempat tinggl para dewa.

Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian tradisional keraton yang sarat makna dan erat hubungannya dengan upacara adat, sakral, religi, dan percintaan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul.

Cerita yang dihadirkan dalam tari Bedhaya Ketawang adalah cerita rakyat Jawa bersumber dari kisah cinta Panembahan Senapati dengan Kanjeng Ratu Kidul. 

Tari Bedhaya Ketawang memiliki komposisi dengan jumlah penari tujuh sampai sembilan putri berkostum sama dengan tema cerita yang dikreasikan tanpa dialog. Penarinya dilambangkan seperti letak bintang kalajengking yang jumlahnya sembilan.

Tari Bedhaya pernah menjadi salah satu aktivitas religius kaum ningrat Jawa, karena latar belakang penyusunannya dipengaruhi oleh pola pikir Jawa Kuno yang bersifat syiwaistis yang kenyataannya terwujud dalam sembilan penari dalam tari Bedhaya serta memiliki hubungan leberadaan sembilan wujud syakti dalam ajaran hindu.

Sembilan penari merupakan representasi dari ajaran Dewa Syiwa di Bumi Nusantara. Hal ini menjadi latar belakang bagi gagasan raja dalam menciptakan tari Bedhaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral dari Keraton Surakarta

Program : Local Experience
Editor Video : Untung Sofa Maulana

#localexperience #sejarah #misteri #bedhayaketawang #surakarta #keratonsurakarta #seni #tari #shorts

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved