Selasa, 19 Mei 2026

Local Experience

Asal Usul Semarang: Tempat Bertemunya Budaya Jawa, Tionghoa, dan Belanda

Jumat, 9 Mei 2025 13:23 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Asal-usul nama Semarang berkaitan dengan Kerajaan Demak. Pada akhir abad ke-15, Pangeran Made Pandan dari Kerajaan Demak diutus untuk menyebarkan agama Islam ke perbukitan Pragota (sekarang dikenal sebagai Bukit Bergota). 

Pangeran Made Pandan kemudian menjadi kepala daerah setempat, bergelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur. 

Menariknya, tumbuh pohon asam di wilayah tersebut, namun dengan jarak yang renggang. Oleh sebab itu, wilayah tersebut diberi nama Semarang. 

Nama Semarang diambil dari bahasa Jawa asem, yang berarti pohon asam dan arang-arang yang maknanya jarang-jarang atau berjauhan satu sama lain. Asal-usul nama Semarang diambil dari fenomena unik pohon asam yang tumbuh berjauhan satu sama lain. 

Sepeninggal Kyai Ageng Pandan Arang I, posisi kepala daerah dilanjutkan oleh sang putra yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, Semarang tumbuh pesat.

Pada 2 Mei 1547, ditetapkan sebagai hari jadi Kota Semarang. Penetapan hari lahir tersebut bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 954 Hijriah. 

Selanjutnya, setiap 2 Mei diperingati sebagai hari jadi Kota Semarang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Asal-usul Nama Semarang, Ternyata dari Pohon Asam

Program: Local Experience 
Editor Video: yohanes anton kurniawan

#sejarah #semarang#budaya #jawa #tionghoa #belanda #localexperience

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Local Experience   #Semarang   #asal usul

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved