Rabu, 22 April 2026

Local Experience

Abon Kuda Jeneponto Tembus Pasar Global, Omzet Capai Rp 17 juta per Bulan

Jumat, 22 November 2024 13:58 WIB
Tribun Timur

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Berbicara kuliner khas Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tak pernah lepas dari daging kuda. Contohnya saja gantala jarang, coto kuda, konro kuda, hingga pallubasa.

Kabupaten Jeneponto memang dikenal sebagai daerah penghasil daging kuda di Provinsi Sulawesi Selatan.

Masyarakat lokal maupun luar daerah pada umumnya hanya mengenal empat jenis kuliner tersebut. Namun salah satu pelaku UMKM lokal, Jumiati menghadirkan abon yang juga berbahan daging kuda pilihan.

Kuliner ini masih kurang familiar di masyarakat. Namun soal rasa, abon kuda cukup gurih dan sangat cocok disantap dengan nasi hangat.

Ditemui di kediamannya, jalan poros Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Jumiati mengatakan merintis abon kuda sejak 2017 karena praktis dan bisa dijadikan oleh-oleh.

Bahan pelengkap abon kuda cukup mudah dijumpai. Untuk bumbu menggunmakan bawang merah, bawang putih, sereh, jahe, lengkuas, gula pasir, kunyit, ketumbar, dan garam.

Takaran bumbu tersebut harus sesuai dengan jumlah bobot daging kuda yang ingin diproses.

Proses pembuatan abon kuda membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama-tama harus menyediakan daging berkulitas tinggi yang diperoleh dari Tempat Pemotongan Hewan (TPH) milik Pemkab Jeneponto.

Pada proses selanjutnya, daging kuda di rebus sampai matang.Setelah matang kemudian didiamkan beberapa saat dan diulek hingga hancur.

Sembari mengulek daging, bumbu yang telah siapkan di blender dengan menambahkan sedikit air dan ditumis. Proses tumis bumbu berlangsung 30 menit.

Daging kuda yang telah dihaluskan di tuang ke dalam wajan dan ditumis dengan bumbu secara bersamaan. Proses terus berlanjut hingga warna daging berubah menjadi coklat dan siap ditiriskan.

Pada tahap berikutnya, tuangkan dua liter minyak goreng ke dalam wajan. Adonan bumbu dan daging kuda siap untuk digoreng.

Dalam sebulan, Jumiati memproduksi 45 kilogram daging kuda untuk dijadikan abon. Setiap kilonya dapat menghasilkan enam produk abon kemasan 100 gram.

Jika dihitung-hitung, omzet yang dihasilkan Jumiati bisa mencapai Rp 17.550.000 per bulan. Usaha yang dirintis Jumiati masuk dalam binaan Dinas Koperasi dan UMKM Jeneponto.

Meski telah berjalan tujuh tahun, namun produk yang diberi nama Jeka Abon tersebut belum berlabel halal.

Hal tersebut terjadi lantaran TPH milik pemkab Jeneponto belum mendapat sertifikat dari Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Walaupun begitu, produk Jeka Abon telah berhasil menembus pasar domestik.

Bagi pecinta kuliner yang ingin mencicipi makanan khas Jeneponto ini dapat mendatangi langsung outlet UKM Panrita di Kayuloe Timur, atau memesan melalui Whatsapp.

Selain Jeka Abon, Jumiati juga memproduksi minyak kuda yang kaya akan manfaat seperti mengobati luka sayatan pisau hingga mengilangkan rasa nyeri.

#Lokal #umkm#localexperience #kisahinspiratif #makanan #kreatif #inovasi #pangan #rekomendasikuliner #kuliner #frozenfood #Kuda #Abon #Jeneponto #Koperasi

Program: Local Experience
Voice Over: Umi Wakidah
Editor Video: Damara Abella Sakti

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Tribun Timur

Tags
   #Local Experience   #abon   #Jeneponto

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved