Jumat, 10 April 2026

Local Experience

Songkok Recca Bone, Warisan Budaya yang Kini Jadi Oleh-oleh Populer

Sabtu, 12 Oktober 2024 17:36 WIB
Tribun Timur

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Songkok Recca atau yang lebih dikenal dengan Songkok To Bone adalah salah satu warisan budaya asal Kabupaten Sulawesi Selatan, yang cukup populer.

Songkok Recca dijadikan songkok kebesaran bagi raja, bangsawan, dan para punggawa-punggawa kerajaan zaman dulu.

Songkok Recca telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2019.

Kini, Songkok Recca tak lagi hanya menjadi hak seorang raja atau bangsawan. Namun bisa digunakan oleh semua kalangan. 

Songkok Recca sering dijadikan buah tangan oleh para wisatawan. Banyak sentra produksi maupun penjualan songkok Recca dapat ditemukan di kabupaten yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Makassar ini.

Untuk penjualan, salah satunya dapat ditemukan di Toko ISR Bone, yang berlokasi di Jalan Mesjid, Kecamatan Tanete Riattang.

Ada beragam jenis songkok recca tersedia di sini. Harganya pun bervariasi, dari ratusan ribu sampai dengan ratusan juta bergantung jenisnya. 

Para pengrajin Songko Recca pun sudah bertebar di Kota Watampone. Jika ingin melihat secara langsung proses pembuatan Songkok Recca bisa berkunjung di Kecamatan Awangpone. 

Di kecamatan tersebut terkenal dengan para warganya yang mayoritas pengrajin Songkok Recca. 

Menurut catatatn sejarah, Songkok Recca digunakan oleh Raja Bone ke XV Laterintatta Arung Palakka, untuk menandai pasukannya saat menyerang Tana Toraja.

Arung Palakka melakukan ekspansi ke Tana Toraja pada tahun 1683 masehi untuk memperluas kekuasaan Kerajaan Bone. Namun Laskar Tana Toraja melakukan perlawanan. 

Dalam peperangan itu, salah satu ciri khas pasukan Kerajaan Bone hanya memakai sarung diikat di pinggang. Sementara pasukan Tana Toraja juga memakai sarung saat perang.

Karena kedua pasukan masing-masing menggunakan sarung, untuk menyiasati keadaan seperti itu Arung Palakka mencari strategi baru dengan memerintahkan prajuritnya memasang tanda di kepala sebagai pembeda.

Sebagian pasukan Arung Palakka kemudian kembali ke tanah Bone untuk mencari pelepah lontar yang dikeringkan. Setelah itu dibakar dan dipukul-pukul (direcca-recca) sehingga keluar seratnya.

Serat pelepah lontar ini kemudian dibentuk menyerupai songkok dan menjadi identitas bagi pasukan Kerajaan Bone saat kembali berperang melawan pasukan Toraja.

Pada periode inilah disebut sebagai Songkok Recca. Identitas pembeda pasukan kerajaan Bone. (*)

Program: Local Experience 
Editor Video: Damara Abella Sakti

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Tribun Timur

Tags
   #Local Experience   #Songkok Recca   #Bone

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved