Sabtu, 11 April 2026

Local Experience

Inilah Perang Besar-besaran Sultan Hasanuddin Melawan Pemerintahan VOC Belanda

Sabtu, 7 September 2024 13:47 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pada tahun 1653-1670, Sultan Hasanuddin mengagas kebijakan Kerajaan Gowa berupa kebebasan berdagang di laut lepas.

Kebijakan tersebut mendapat tentangan dari VOC.

Kondisi tersebut akhirnya menimbulkan konflik dan mengakibatkan perseteruan yang mencapai puncaknya saat Sultan Hasanuddin menyerang posisi Belanda di Buton.

Tahun 1660, Sultan Hasanuddin mengawali perlawanan terhadap VOC.

Di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin, pasukan Kerajaan Gowa yang terkenal dengan ketangguhan armada lautnya mulai mengumpulkan kekuatan.

Melihat perlawanan tersebut, VOC tidak tinggal diam. VOC menjalin kerja sama dengan Kerajaan Bone yang sebelumnya memiliki hubungan tidak baik dengan Kerajaan Gowa.

Pada peperangan tersebut, Panglima Bone, Tobala akhirnya tewas. Namun, pemimpin Kerajaan Bone yaitu Aru Palaka berhasil melarikan diri ke Batavia untuk menghindari kejaran tentara Kerjaan Gowa.

Kekuatan pasukan Kerajaan Gowa melemah. Dalam keadaan tersebut Sultan Hasanuddin dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Dengan adanya perjanjian tersebut, Sultan Hasanuddin harus menerima dan mengakui monopoli VOC di Makassar.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Sultan Hasanuddin, “Ayam Jantan Dari Timur”

Program: Local Experience
Editor Video: Muh Rosikhuddin

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Muh Rosikhuddin
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved