Konflik Palestina Vs Israel
Tak Takut Dibalas AS, Iran Akui bakal Hadapi Serangan Buntut Tewasnya 3 Pasukan Amerika
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah pejabat Amerika Serikat termasuk Presiden Joe Biden menyinggung terkait tewasnya tiga tentara Amerika di Yordania.
Panglima Korps Garda Revolusioner Islam Iran Mayor Jenderal Hossein Salami menanggapi pernyataan pihak AS.
Jenderal Salami menilai, ucapan pejabat AS dan Biden sebagai ancaman.
Ia pun berujar, pihaknya tak akan membiarkan adanya ancaman tanpa jawaban.
Hal itu diungkapka Jenderal Hossein Salami di Kongres Nasional dalam rangka peringatan 24.000 Martir dari Teheran seperti dikutip Tribunnews.com pada Rabu (31/1/2024).
Pangkalan militer AS di wilayah tersebut telah menghadapi lebih dari 160 serangan sejak dimulainya perang rezim Israel di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober karena dukungan Washington terhadap perang genosida rezim pendudukan.
Baca: PM Israel Serukan Penutupan UNRWA yang Bantu Palestina, Buntut Tuding Staf Terafiliasi dengan Hamas
Sementara itu, serangan pesawat tak berawak di sepanjang perbatasan Yordania-Suriah pada hari Minggu menewaskan tiga tentara Amerika.
Ini pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir pasukan Amerika terbunuh.
Biden mengatakan pihaknya akan merespons ulah kelompok militan yang didukung Iran yang bertanggung jawab atas serangan itu.
"Tidak ada keraguan, kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut pada waktu dan cara kami pilih," kata Biden seperti dikutip CNN.
Bahkan anggota Partai Republik yang berhaluan keras juga menyerukan tindakan militer yang lebih langsung terhadap Iran.
Iran sendiri menolak kaitan apa pun dengan serangan tersebut, dan siap mengambil tindakan tegas jika terjadi agresi AS.
Baca: LIVE: Rudal Direct Hit Hizbullah Hantam IDF di Tel Tayhat | Houthi Kembali Serang Kapal Perang AS
“Kami tidak ingin berperang, tapi kami juga tidak takut akan perang,” tegas Jenderal Salami.
Ia menambahkan bahwa pihaknya bukan penghasut perang.
"Tapi kami membela diri dan kejayaan kami,” tandasnya.
Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah 3 tentara AS tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Yordania, dekat perbatasan Suriah.
Diduga pihak yang bertanggung jawab adalah kelompok militan yang didukung oleh Iran.
Pejabat Amerika Serikat pun berang dan meminta Biden untuk tegas. Bahkan menyerukan melancarkan serangan langsung ke Iran.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak cemas dengan situasi di Timur Tengah.
Ia meminta Iran untuk melakukan deeskalasi atau menurunkan ketegangan di kawasan.
(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)
Baca berita terkait hanya di sini
# Konflik Palestina Vs Israel # Amerika Selatan # Iran # Hamas # Gaza
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz Dipertanyakan, Kapal Iran Terdeteksi Lolos Melintas
Rabu, 15 April 2026
LIVE UPDATE
Strategi Dagang Alternatif di Perbatasan, Cara Iran Akali Blokade AS di Selat Hormuz
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kapal Rusia Mendadak Tiba di Pelabuhan Haifa Israel seusai AS-Iran Gagal Gencatan Senjata, Ada Apa?
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Situasi Memanas saat Trump Blokade Selat Hormuz! AS Cegat 2 Kapal Tanker yang Hendak Kabur dari Iran
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Blokade Laut AS Lumpuhkan Perdagangan Iran, Trump Prediksi Dua Hari Krusial Menuju Kesepakatan
Rabu, 15 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.