Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Tunjukkan Video 2 Sandera Tewas Diduga Diserang Israel, Keluarga: Picu Perang Psikologis
TRIBUN-VIDEO.COM- Ibu sandera Israel yang tidak sengaja dibunuh oleh tentara Israel di Gaza menanggapi video sandera yang dirilis oleh Hamas pada Senin (15/1/2024).
Yakni Iris Haim menyebut video itu sebagai "perang psikologis".
Iris Haim mengatakan bahwa video yang dirilis Hamas dan menunjukkan dua mayat sandera dimaksudkan untuk membuat warga Israel menentang pemerintah mereka.
Yakni, Iris Haim menilai hal itu untuk membuat keluarga sandera lemah.
"mencoba membuat kita lemah" jelas Haim.
Sebelumnya, video yang dirilis oleh Hamas pada Senin lalu memperlihatkan mayat dua sandera, Yossi Sharabi dan Itay Svirsky.
Baca: Rudal Kheibar Shekan Petaka Bagi Israel & AS, Penghancur Benteng Bisa Jangkau Semua Wilayah Israel
Pada Selasa malam, kematian kedua pria tersebut dikonfirmasi dalam sebuah pernyataan dari Kibbutz Be'eri dan Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang.
Dikatakan bahwa jenazah mereka masih ditahan oleh Hamas, dan meminta mereka dikembalikan.
Hamas menyatakan, keduanya tewas akibat serangan udara Israel.
Namun para pejabat forensik mengatakan bahwa otopsi para sandera telah dilakukan dan ia menyebut penyebab kematian dua sandera tidak sesuai dengan pernyataan Hamas.
Sebelumnya, sandera Israel ketiga, mahasiswa Noa Argamani (26) yang diperlihatkan dalam video tersebut juga memberi pernyataan terkait tewasnya dua tawanan.
Noa Argamani menyatakan, bahwa dua jenazah tersebut terbunuh akibat serangan Israel.
Saat kabar itu mencuat, Israel juga telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka sadar akan risiko yang dihadapi para sandera akibat serangan mereka, dan mengambil tindakan pencegahan.
Lalu, juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari menyatakan, ada kekhawatiran serius terkait nasib para sandera yang diduga tewas dalam video tersebut.
Baca: Hancurnya Zionis Makin Nyata! 5 Tanda Runtuhnya Israel dalam Konflik Hamas Dibeberkan Pengamat
Yakni, Israel menyebutkan bahwa salah satu dari mereka, yang diidentifikasi sebagai Svirsky, tidak terbunuh oleh tembakan Israel.
"Itai tidak ditembak oleh pasukan kami. Itu adalah kebohongan Hamas. Bangunan tempat mereka ditahan bukanlah sasaran dan tidak diserang oleh pasukan kami," kata juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari.
"Kami tidak menyerang suatu tempat jika kami tahu mungkin ada sandera di dalamnya," katanya, seraya menambahkan bahwa daerah di dekatnya telah menjadi sasaran.
Terkini, Daniel Hagari menyatakan, tak akan menyerang lokasi apabila mengetahui terdapat sandera di tempat tersebut.
Sebagai informasi, sekira 240 orang disandera oleh Hamas selama serangan mendadak lintas batas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023.
Namun, sekira setengah dari sandera tersebut dibebaskan Hamas dalam gencatan senjata yang berlangsung singkat pada bulan November 2023.
Israel mengatakan 132 sandera masih berada di Gaza dan 25 orang tewas dalam penawanan.
(Tribun-Video.com/bbc.com)
Artikel ini telah tayang di bbc.com dengan judul Ibu dari warga Israel yang terbunuh menyebut video Hamas sebagai 'perang psikologis'
# sandera # Gaza # Israel # Hamas
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: China Murka Kapal dari Tiongkok Diserang, Drone Canggih Sergap Kapal AS
3 hari lalu
Tribun Video Update
Update Perang Timur Tengah: Iran-Amerika Berpotensi Perang Lagi, Konvoi Israel Dihantam Bom Rakitan
3 hari lalu
Tribunnews Update
Pejabat Iran Ungkap Fakta Kondisi Mojtaba, Bantah Rumor Pengganti Ali Khamenei Kritis: Cedera Ringan
3 hari lalu
Tribun Video Update
Konvoi Israel Dihantam Peledak Tanam Hizbullah, 4 Tank Merkava Meledak, Terbakar hingga Hancur
3 hari lalu
Mancanegara
Iran Siap Perang Lawan Zionis! Upgrade Rudal dan Sistem Pertahanan untuk Antisipasi AS-Israel
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.