Rabu, 8 April 2026

Live Update

Eks Bos Mossad Akui Kehebatan Hamas, Tak Menyangka Hamas Lebih Siap Berperang dari yang Diduga

Minggu, 31 Desember 2023 14:48 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Kepala Mossad Yossi Cohen mengatakan jika Israel ingin melanjutkan perangnya di Gaza, Israel harus mendengarkan Amerika Serikat (AS) dan memastikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.

Cohen menambahkan dia selalu menentang pengiriman uang ke Jalur Gaza, dan Israel sekarang perlu membangun “koalisi Arab” untuk mengelola urusan Gaza setelah perang berakhir.

“Bantuan ini tidak boleh terbatas. Kita harus menetapkan kondisinya, karena seluruh sektor telah membawa bencana pada dirinya sendiri,” ujar dia.

Dia menjelaskan, Hamas telah mempersiapkan perang ini selama bertahun-tahun dan terowongan di Gaza lebih panjang dari ratusan kilometer panjangnya, tetapi kota bawah tanah, dengan bunker yang dalam dan panjang.

“Kita berjuang di atas dan mereka tetap di bawah,” papar dia.

Cohen mengatakan dia menentang gencatan senjata di Gaza, dan menekankan satu-satunya cara mencapai kesepakatan untuk membebaskan tawanan perang adalah dengan melanjutkan upaya perang.

Setelah perang usai, Cohen berpendapat mereka perlu membangun semacam koalisi Arab dan kemudian koalisi internasional yang lebih luas, yang akan mengambil tanggung jawab, seperti yang mereka lakukan terhadap negara-negara pengungsi dan zona perang lainnya.

"Mari kita duduk di ruangan yang sama dengan Amerika Serikat, Jepang, India, China, Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi dan lainnya, dan kita katakan kepada mereka: Teman-teman terkasih, kami mengumumkan bahwa kami akan memisahkan diri dari kawasan ini, dan kali ini dengan serius,” pungkas dia.

Kendati demikian, Cohen menentang gencatan senjata di Gaza.

Dia menekankan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai kesepakatan untuk membebaskan orang-orang yang ditawan Hamas adalah dengan melanjutkan peperangan.

Cohen pun mengomentari tentang proyeksi pasca berakhirnya perang di Gaza.

Menurutnya, harus ada sesuatu yang dibentuk atau dibangun, tapi bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Israel.

“Kita perlu membangun semacam koalisi Arab dan kemudian koalisi internasional yang lebih luas, yang akan mengambil tanggung jawab, seperti yang mereka lakukan terhadap negara-negara pengungsi dan zona perang lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Giora Eiland juga memuji perlawanan yang ditunjukkan Hamas dalam pertempuran di Jalur Gaza.

Menurutnya, Hamas telah membuktikan kemampuan militernya, termasuk tekad politiknya untuk mempertahankan Gaza.

“Dari sudut pandang profesional, saya harus menghargai ketahanan mereka. Saya tidak melihat tanda-tanda runtuhnya kemampuan militer Hamas maupun kekuatan politik mereka untuk terus memimpin Gaza,” kata Eiland dalam sebuah artikel yang diterbitkan New York Times, Rabu (27/12/2023).

New York Times turut mengutip Michael Milshtein, mantan perwira senior intelijen Israel.

Milshtein mengkritik pernyataan beberapa pemimpin Israel yang menggambarkan Hamas sudah berada di titik nadir.

“Mereka sudah lama mengatakan bahwa Hamas sedang runtuh. Tapi itu tidak benar. Setiap hari, kita menghadapi pertempuran yang sulit,” ujarnya.(*)

Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Yohanes Anton

Artikel ini telah tayang di middleeastmonitor.com dengan judul Ex-Mossad chief: Hamas is more prepared for war than we expected

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribun Video

Tags
   #LIVE UPDATE   #Hamas   #Mossad

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved