LIVE UPDATE
Brigade Al-Quds Rilis Video Pengakuan 2 Warga Israel yang Mereka Sandera: Netanyahu Ingin Kami Mati
TRIBUN-VIDEO.COM - Sayap militer Jihad Islam Palestina (PIJ), Brigade Al-Quds, merilis video baru yang mendokumentasikan dua sandera Israel yang ditahan oleh mereka.
Adapun, mereka menyandera bekerja sama dengan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza.
Dilansir dari Tribunnews.com pada Rabu (20/12/2023), kedua sandera Israel yang merupakan pria paruh baya itu meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk membebaskan mereka.
Mereka bahkan menekankan saat ini berada dalam risiko kematian akibat pemboman terus-menerus oleh pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.
Berdasarkan video yang dirilis Al-Quds pada Selasa malam (19/12), sandera pertama menyebut tidak ada jaminan bahwa tentara Israel tidak akan mengebom dirinya.
Ia kemudian menegaskan, mereka yang menjadi sandera hamas berisiko meninggal dunia kapan saja.
Dirinya, juga mengkritik Netanyahu, yang tak mau menurunkan batas negosiasi akan mengakibatkan warganya yang disandera tak bisa kembali hidup-hidup.
"Tidak ada jaminan bahwa tentara (Israel) tidak akan mengebom kami. Kami berisiko mati kapan saja. Salah satu peluru kami bisa menimpa kami," kata sandera pertama dalam video yang dirilis oleh Brigade Al-Quds, Selasa (19/12/2023) malam, dikutip dari Al-Quds.
Baca: Israel Berduka karena 2 Komandan Militer IDF Tewas Terbunuh di Gaza, 1 Korban Masih Berusia 22 Tahun
"Kami merasa Anda tidak ingin kami kembali hidup-hidup. Anda ingin menerima kami sebagai mayat, karena upaya Anda untuk menurunkan batas negosiasi," lanjutnya, mengkritik Netanyahu.
Sementara itu, sandera kedua, Elad Katzir (47), menekankan kehidupan mereka terancam di Jalur Gaza karena rudal Israel yang bisa membunuh mereka.
“Bahaya terhadap hidup kami terus berlanjut, dan sulit untuk terus tinggal di sini, karena rudal tentara Israel yang mengancam kehidupan kami,” katanya.
Dirinya juga meminta Netanyahu dan semua pengambil keputusan di pemerintahan Israel untuk melakukan intervensi guna mencapai gencatan senjata dan mencapai kesepakatan pertukaran sandera.
"Kami ingin kembali ke keluarga kami. Kami tidak ingin mati di sini di Gaza,” lanjutnya.
Sebagai informasi, jumlah korban semakin bertambah akibat perang Israel-Hamas di Palestina hingga hari ke-75 pada Rabu (20/12/2023).
Terhitung sejak 7 Oktober 2023, sejumlah 19.968 warga Palestina telah meregang nyawa akibat serangan Israel tanpa henti di wilayah kantong yang terkepung.
Jumlah korban terluka lebih dari 52.586, termasuk setidaknya 8.663 anak dan 6.327 wanita.
Sedangkan, warga Gaza yang dilaporkan hilang lebih dari 8.000 orang.
Adapun, meski jumlah korban tewas sudah hampir 20.000 nyawa, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus melanjutkan serangannya di Jalur Gaza.
Rumah sakit dan wilayah selatan yang ditinggali para pengungsi dari utara bahkan juga tak luput dari operasi darat yang kian intensif.(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 2 Sandera Israel Muncul di Video Brigade Al-Quds: Netanyahu Ingin Kami Mati, Rudal IDF Ancam Kami
# Brigade Al-Quds # Israel # sandera
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Gencatan Senjata Bukan Akhir, Netanyahu Sebut Israel Masih Berniat Perang Lawan Pejuang Hizbullah
25 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Jet Tempur AS Perketat Blokade Selat Hormuz, Senjata Pentagon Menipis
10 jam lalu
Berita Terkini
Tolak Syarat Gencatan Senjata Hizbullah, Netanyahu Klaim Israel Tidak Akan Mundur dari Lebanon
10 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.