Konflik Palestina Vs Israel
Inggris Cabut Visa Pembawa Acara TV Mesir gegara Dukung Hamas saat Rapat Umum, Pengusiran Pertama
TRIBUN-VIDEO.COM - Inggris mencabut visa Moataz Matar, seorang presenter televisi Mesir di pengasingan.
Presebter tersebut diduga mendukung Hamas di tengah upaya pemerintah untuk menindak dukungan terhadap organisasi bersenjata Palestina yang dianggap sebagai kelompok “teroris”.
Kementerian Dalam Negeri membatalkan visa Moataz Matar, karena ikut serta dalam protes pro-Palestina di London.
Menurut situs berita Telegraph yang berbasis di London, Matar bahkan diketahui mendukung Hamas.
Pria berusia 49 tahun itu juga telah dimasukkan dalam daftar pantauan, yang berarti dia tidak akan bisa kembali ke Inggris.
Hal ini dilaporkan merupakan “pengusiran” pertama yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Suella Braverman dan Menteri Imigrasi Robert Jenrick sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel.
Baca: Sebut Serangan Lintas Batas Hizbullah Berlebih, Menhan Israel Ancam Lebanon akan Senasib dengan Gaza
Serangan itu diketahui menewaskan sekitar 1.200 warga Israel.
Sejak itu, Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat di Gaza, tempat kelompok tersebut bermarkas.
Dimana telah menewaskan lebih dari 11.000 warga Palestina.
Sebagian besar perempuan dan anak-anak, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan.
Israel telah menolak gencatan senjata segera meskipun ada seruan internasional yang semakin meningkat.
Para pejabat Inggris telah mengumumkan rencana untuk melakukan tindakan keras terhadap dugaan perilaku “anti-Semit” setelah serangan Hamas.
Baca: Presiden Kolombia Tuntut Netanyahu atas Kejahatan Perang di Gaza, Seret ke Pengadilan Internasional
Telegraph melaporkan setidaknya setengah lusin warga negara asing lainnya dapat dicabut visanya.
Jenrick mengatakan, tidak ada toleransi bagi pengunjung Inggris yang menyalahgunakan hak istimewa visa dan mendukung tindakan Hamas.
“Bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk melakukan hal serupa dalam beberapa hari dan minggu mendatang, jangan ragu bahwa kami akan terus mencabut visa jika diperlukan. Kami tidak akan mentolerir ekstremisme di jalan-jalan kami.”
Matar dilaporkan telah meninggalkan Inggris, namun ia akan dilarang kembali oleh petugas perbatasan karena daftar pantauan.
Jenrick dan Chris Philip, menteri kepolisian, dilaporkan telah meminta seluruh 43 pasukan polisi di Inggris dan Wales untuk melaporkan setiap individu asing yang tertangkap dalam “aktivitas ekstremis” yang berpotensi menjadi dasar pencabutan visa mereka.
(Tribun-Video.com/ Aljazeera.com)
Baca artikel terkait di sini
# Konflik Palestina Vs Israel # Hamas # Gaza # Zionis
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Lailatun Niqmah
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Sebut Hamas Kecewa kepada Indonesia seusai Gabung BoP Bentukan Trump, Faisal: Lemahkan Pejuang
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Bentrok Sengit! 10 Tentara Terjun Payung Israel Sekarat Ditembaki Hizbullah Jarak Dekat, IDF Gagal
5 hari lalu
Tribunnews Update
11 Orang Dilaporkan Tewas di Gaza: 2 di Antaranya Anak-anak, Kena Serangan Israel di Palestina
5 hari lalu
Mancanegara
Drone Hizbullah Serang Posisi Tentara Israel di Lebanon Selatan, Kirim Kawanan Drone FPV
6 hari lalu
Mancanegara
Balasan Spanyol seusai Diusir Netanyahu dari Gaza, Langsung Serukan Eropa Putus Kerja Sama Israel
Minggu, 12 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.