Rabu, 22 April 2026

LIPUTAN KHUSUS

Sejarah G30S/PKI, Awal Mula Lengsernya Kekuasaan Soekarno, Peristiwa Berdarah yang Didalangi PKI

Jumat, 29 September 2023 12:07 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Gerakan 30 September 1965/PKI atau yang sering dikenal dengan G30S/PKI menjadi awal mula lengsernya kekuasaan Presiden Soekarno.

Dapat dikatakan, gerakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) ini adalah suatu penghianatan paling besar yang terjadi di Tanah Air.

Peristiwa tersebut terjadi saat pergantian tanggal 30 September atau tanggal 1 Oktober 1965.

Kala itu, PKI yang merupakan salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia ini yang berhasil meraih 16,4 persen suara dan menempati posisi keempat di bawah PNI, Masyumi, dan NU.

Secara umum, G30S/PKI dilatarbelakangi oleh dominasi ideologi Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (NASAKOM) yang berlangsung sejak era Demokrasi Terpimpin diterapkan, yakni tahun 1959-1965 di bawah kekuasaan Presiden Soekarno.

Hal lainnya yang menyebabkan G30S/PKI meletus adalah ketidakharmonisan anggota TNI dan PKI sehingga pertentangan muncul di antara keduanya.

Tindakan dan penyebarluasan ideologi komunis yang dilakukan PKI menimbulkan kecurigaan dari kelompok anti-komunis.

Tindakan itu juga meningkatkan persaingan antara elit politik nasional.

Kecurigaan semakin mencuat dan memunculkan isu di masyarakat, terkait kesehatan Presiden Soekarno dan Dewan Jenderal Angkatan Darat.

Kecemasan akibat kabar sakitnya presiden Soekarno tersebut menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya G30S/PKI.

Tragedi berdarah ini melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan juga Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Soekarno yang saat itu menduduki kursi RI1 menjadi target utama operasi, yaitu menggulingkan kekuasaannya.

Tak hanya itu, mereka juga menginginkan pemerintah Indonesia berubah menjadi pemerintahan komunis.

Mengutip dari Gramedia.com, peristiwa G30S/PKI terjadi pada tahun 1965 dan dimotori oleh Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit, pemimpin terakhir PKI.

Di bawah kendali DN Aidit, perkembangan PKI semakin nyata walaupun diperoleh melalui sistem parlementer.

Gerakan ini sangat gencar memberikan hasutan kepada seluruh warga Indonesia agar mendukung PKI.

Mereka memberikan iming-iming bahwa Indonesia akan lebih maju dan sentosa jika dibawah kekuasaan PKI.

PKI diyakini ingin merebut kekuasaan dan mengubah haluan negara Indonesia dari Pancasila menjadi Komunis Indonesia.

Gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh PKI mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia.

Dalam melakukan makarnya, gerakan ini dilaksanakan atas satu komando yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon I Tjakrabirawa, yaitu Letnan Kolonel Untung Syamsuri.

Letkol Untung Syamsuri justru memimpin sekelompok pasukan dalam melakukan aksi bersenjata di Jakarta.

Tepat pada malam tanggal 30 September sampai awal bulan selanjutnya yaitu 1 Oktober 1965, tujuh Jendral militer dan satu perwira Indonesia beserta beberapa orang yang lain terbunuh dalam suatu usaha kudeta

Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya.

Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

Keenam perwira tinggi yang menjadi korban G30S/PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.

Setelah terjadinya tragedi G30S/PKI, Soekarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk menghilangkan dan membersihkan semua unsur pemerintahan dari pengaruh Partai Komunis Indonesia.

Mengutip Kompas.com, sejarawan Asvi Warman Adam mencatat selama periode 1965-1967, mulai tampak kegetiran dalam diri Soekarno karena ucapannya tak lagi didengar oleh para jenderal yang dulu sangat patuh kepadanya.

Periode ini juga disebut sebagai periode konsolidasi kekuatan Orde Baru yang disokong para tentara untuk membasmi PKI dan meredupkan kekuasaan Soekarno.

Kekuasaan Soekarno semakin terlucuti dengan adanya Surat Perintah 11 Maret atau biasa disebut Supersemar.

Lewat Supersemar, Soeharto lalu mengambil alih kekuasaan dan membubarkan PKI serta menangkap 15 menteri Soekarno dengan tuduhan terlibat G30S/PKI.(*)

# G30S/PKI # Soekarno # DN Aidit # Partai Komunis # Soeharto

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: sara dita
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video

Tags
   #G30S/PKI   #Soekarno   #DN Aidit   #Partai Komunis   #Soeharto

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved