Mancanegara
Medvedev MURKA! Tak Terima Moskow Diserang Ukraina, Sebut Rezim Kyiv Teroris: Harus Dihancurkan!
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev menganggap rezim Ukraina yang sedang berkuasa bertingkah seperti teroris.
Dikutip dari Tass.com pada Sabtu (3/6/2023), ungkapan Medvedev ini menyoroti serangan Ukraina yang mengerahkan drone ke Ibu Kota Moskow.
Diungkapkan, jika ini adalah tindakan terorisme, hanya ada satu cara untuk menanggapinya yakni mereka harus dihancurkan.
Baca: NATO Tak akan Terima Ukraina Gabung sebelum Perang dengan Rusia Selesai, Buat Barat Terpecah
Mantan Presiden Rusia itu menekankan, tidak ada negara yang mampu bernegosiasi dengan teroris.
"Ini adalah tindakan terorisme, dan tidak ada cara lain untuk mengkualifikasinya. Jika ini adalah tindakan terorisme, hanya ada satu cara untuk menanggapinya. Tidak ada negara yang mampu bernegosiasi dengan teroris, teroris harus dihancurkan," kata Medvedev, mengomentari tindakan rezim Ukraina.
Ia menyebut nekatnya Ukraina menyerang Moskow bukan pertempuran militer maupun aksi militer.
Baca: Tanggapi soal Perang Rusia Vs Ukraina, Prabowo Usul Gencatan Senjata, Siap Kirim Pasukan Perdamaian
Medvedev mengatakan, serangan drone Ukraina tidak sesuai dengan aturan perang apapun karena membahayakan warga sipil.
"Jelas bagi semua orang bahwa itu adalah serangan yang benar-benar teroris, itu bukan pertempuran militer, bukan aksi militer. Itu bahkan tidak sesuai dengan aturan perang apa pun," kata Medvedev.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia menegaskan, serangan Ukraina benar-benar teroris.
Disebutkan pula, rezim Ukraina dibekingi Amerika Serikat dan Uni Eropa.
"Dan fakta bahwa musuh kita sudah berperilaku sebagai teroris mencirikan dengan cara yang sangat spesifik baik rezim Ukraina maupun mereka yang berada di belakangnya - pertama-tama Amerika dan Eropa, yang, pada kenyataannya, telah berada di jalur perang dengan kita," katanya.
(Tribun-Video.com/ Tass.com)
Baca artikel lainnya di sini
# Ukraina # teroris # Kyiv # Rusia
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Tribun Video
Tribun Video Update
IRGC Ungkap Misi Tersembunyi AS: Blokade Laut sebagai Proyek Lawan China, Rusia & Eropa yang Gagal
23 jam lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: Rusia Bantu Nuklir Teheran, Prancis Ancam Washington, Kapal Perang AS Terbakar
1 hari lalu
Tribunnews Update
Delegasi Rusia-Iran Bertemu & Diskusi Kerja Sama Nuklir kala Perang Timur Tengah, AS Terancam
1 hari lalu
TRIBUNNEWS ON FOCUS
[FULL] Pakar Nilai AS Tak akan Sanggup Hadapi Serangan Balik Iran karena Bantuan Krusial China-Rusia
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: AS Minta Bantuan Dunia Desak Iran Buka Hormuz, Rusia Peringatkan Trump
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.