LIVE UPDATE MANCANEGARA
Grup Wagner Diduga Melatih Anak Ukraina Gunakan Senjata Api untuk Membunuh Orang-orang Kyiv
TRIBUN-VIDEO.COM - Grup tentara bayaran Wagner dituding sengaja melatih anak Ukraina untuk membunuh orang-orang negaranya.
Penasihat Walikota Mariupol Petro Andryushenko turut membagikan video tersebut di Telegramnya pada Kamis (13/4/2023).
Dalam video itu terlihat anak-anak yang diduga berasal dari Ukraina memegang senjata.
Selain itu ada pula beberapa tentara yang diduga merupakan bagian dari Grup Wagner.
Beberapa anak berlatih dengan senapan serbu di sebuah ruangan sementara pria yang mengenakan seragam militer dengan tambalan bendera Rusia berdiri.
Tidak jelas kapan atau di mana video itu diambil.
Baca: Putin Dikhianati Sekutu Terdekat, Hongaria Dikabarkan Setuju Pasok Senjata ke Kyiv Lewat Wilayahnya
Video berdurasi 22 detik itu belum diverifikasi secara independen.
Video yang dibagikan oleh Andryushenko pada hari Kamis menunjukkan bahwa situasinya bisa jauh lebih buruk bagi anak-anak di wilayah yang diduduki Rusia, termasuk Mariupol.
Ribuan anak Ukraina telah diculik oleh pasukan yang berpihak pada Rusia selama perang dan dideportasi ke Rusia atau wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow.
Sejumlah besar anak telah diadopsi oleh keluarga Rusia, menjadi warga negara Rusia dan dipaksa untuk menghadiri kamp di mana mereka menerima "pendidikan patriotik".
Bulan lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin.
Baca: Rusia Mengompori Jepang, Gelar Latihan Militer Pakai Rudal & Nuklir di Northern Territories
Dia dituduh "bertanggung jawab atas kejahatan perang berupa deportasi penduduk (anak-anak) yang tidak sah dan pemindahan penduduk (anak-anak) yang melanggar hukum dari wilayah pendudukan Ukraina ke wilayah Federasi Rusia.
Sementara itu, Grup Wagner dituduh melakukan banyak kekejaman selama hampir 14 bulan perang.
Lebih dari setahun setelah Putin memutuskan untuk melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022, perang tersebut telah memakan korban yang sangat besar pada anak-anak Ukraina.
Selain lebih dari 500 pemuda yang terbunuh selama perang, menurut kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Mereka yang tetap menderita karena akses ke layanan dasar seringkali tidak tersedia dan tingkat kemiskinan hampir dua kali lipat, menurut UNICEF.(*)
Artikel ini telah tayang di Newsweek.com dengan judul Wagner Group Allegedly Training Ukrainian Children to Kill Ukrainians
# Grup Wagner # Ukraina # senjata api # perang # Invasi # Rusia # rudal # nuklir
Reporter: sara dita
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Dokumen Pentagon Bocor! AS Berencana 'Hantam' Spanyol dan Inggris karena Halangi Trump Gempur Iran
Minggu, 26 April 2026
Tribunnews Update
AS Mencegat Kapal 'Armada Bayangan' Iran M/V Sevan, Diarak Helikopter Pentagon Pulang ke Teheran
Minggu, 26 April 2026
Tribunnews Update
Penampakan Ratusan Kapal Tanker dan Kargo Raksasa Mandek di Selat Hormuz, Dipantau Kapal Kecil IRGC
Minggu, 26 April 2026
Tribunnews Update
Sindiran Iran: AS Kebingungan Ingin Keluar dari Perang Demi Selamatkan Muka, Dibuat Pusing IRGC
Minggu, 26 April 2026
Tribunnews Update
Alarm Perang Jilid II Iran ke AS: 30 Juta Kombatan Bersenjata Turun, IRGC Pakai 1.000 Senjata Baru
Minggu, 26 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.