Selasa, 14 April 2026

Hadapi Perkembangan Terorisme, Wiranto akan Tukar Pemikiran dengan Australia dan 9 Negara ASEAN

Sabtu, 4 Agustus 2018 09:11 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUN-VIDEO.COM - Menko Polhukam Wiranto mengatakan perkembangan aksi terorisme dan radikalisme di dunia tidak memiliki tanda akan menyusut atau berkurang.

Untuk menghadapi itu, Wiranto mengatakan pihak Kemenko Polhukam mewakili Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan Australia dan sembilan negara ASEAN (Asia Tenggara) untuk bertukar pemikiran menghadapi aksi terorisme dan radikalisme.

"Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan antara Australia dan sembilan negara ASEAN untuk bertukar pemikiran serta merumuskan gagasan dalam menghadapi terorisme dan aksi radikalisme dunia yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan," ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Wiranto menjelaskan bahwa pertemuan itu sendiri akan dibagi menjadi dua acara.

Yang pertama adalah pertemuan pihak Indonesia dan Australia di Bali tanggal 5 Agustus 2018 bertajuk 'The Fifth Indonesia-Australia Ministry of Council on Law and Security'.

Baca: Wiranto: Saya Lihat Ada Fenomena Baru Membawa Kekuatan SARA Jelang Pemilu

"Jaksa Agung Australia yang biasa menjadi lawan bicara saya akan digantikan Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Craig Duttob untuk membicarakan bagaimana melawan terorisme terutama memutus jalur logistik yang digunakan untuk aksi terorisme ke regional ASEAN, ke Indonesia, dan juga ke Australia," jelasnya.

Kemudian pada tanggal 6 Agustus 2018 Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah dalam pertemuannya dengan Australia dan sembilan negara ASEAN di Lombok dengan tema 'Responding to Envolving Terorisme Strategic and Tactic'.

Menurut Wiranto, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah lantaran Indonesia kini mendapat pengakuan dalam penanganan terorisme dan aksi radikalisme di mata dunia.

"Dengan jumlah penduduk yang besar, dan luas wilayah, serta rasio penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dipandang bisa meminimalisir aksi terorisme dan radikalisme, terutama dengan program 'soft approach'-nya," imbuhnya.

"Tidak hanya menteri luar negeri negara-negara sahabat yang akan hadir, ada yang mengutus Mendagri-nya, ada yang mengutus Menteri Kehakimannya, dan Myanmar akan mengutus dewan keamanan nasionalnya," pungkasnya.

Simak videonya di atas.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Rizal Bomantama
Videografer: Rizal Bomantama
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved